Mobil Kecil India Mengancam Produsen Mobil Mewah Jerman

Kompas.com - 24/10/2009, 13:22 WIB

FRANKFURT, KOMPAS.com — Setelah melakukan survei, perusahaan konsultan Ernst & Young LLP di Frankfurt menyimpulkan, produsen mobil Jerman harus mempercepat kinerjanya mengembangkan dan makin fokus memproduksi kendaraan kecil. Tujuannya agar bisa berkompetisi dengan produsen mobil asal India dan China.

India dinilai berhasil mengembangkan mobil-mobil kecil yang irit bahan bakar dan ramah lingkungan. Berbagai perusahaan otomotif dunia memproduksi mobil kecil di India, antara lain, Maruti-Suzuki (produknya juga dipasarkan di Indonesia dengan nama Karimun Estilo) dan Hyundai i10.

Produsen lain yang juga membuat mobil kecil di India adalah Ford dengan Figo dan General Motor menelurkan Spark.

Tak kalah menarik, mobil kecil murah yang direkayasa dan dirancang sendiri di India, yaitu Tata Nano, terbukti telah mengguncang otomotif dunia karena menawarkan harga paling murah di jagat ini. Hal yang sama juga dilakukan oleh produsen mobil China dengan menelurkan mobil-mobil kecil hemat energi, misalnya Chery dan Geely.

Kehadiran mobil kecil, irit bahan bakar, dan harga terjangkau menyebabkan produsen Jerman, seperti Volkswagen AG dan BMW, menghadapi tantangan yang sangat berat dalam 6 dekade terakhir.

Contoh lain, produsen Amerika Serikat, seperti General Motors dan Ford, terpaksa menjual aliansinya di Eropa dalam upaya reorganisasi agar tidak merugi. Karena itu pula, seperti yang dikutip Bloomberg.com, dari 300 eksekutif produsen mobil dan vendor perusahaan mobil di Jerman yang diwawancarai Ernst & Young mengemukakan, perusahaan mereka harus melakukan konsolidasi pada 2010.

“Kami melihat bahaya besar yang harus segera diatasi. Tak cukup hanya dengan mengandalkan kemajuan teknologi,” kata Peter Fuss, mitra kerja Ernst & Young. “Pasalnya, pengembangan mesin baru mahal. Akibatnya, banyak perusahaan harus merger.”

Berdasarkan survei Ernst & Young, 70 persen manajer perusahaan otomotif Jerman mengatakan, penjualan mobil kecil akan meningkat sampai 2014. Hanya 19 persen dari mereka memperkirakan mobil dengan teknologi canggih terkini yang memberikan keuntungan.

Bagus atau murah
Sementara itu, Daimler AG, produsen mobil mewah terbesar di dunia, mengatakan akan terus meningkatkan kapasitas pabriknya untuk menghasilkan mobil kecil, terutama merek Mercedes-Benz. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi rencana Tata Motors yang akan memulai penjualan Nano seharga 2.500 dollar AS—mobil termurah di dunia pada 2011—di Eropa.

“Produsen mobil harus siap menghadapi meningkatnya polarisasi industri. Apakah itu mempersiapkan mobil bagus atau murah,” kata CEO Daimler, Dieter Zetsche, di pabrik mobil kecilnya, Rastatt, Jerman. Untuk membangun pabrik mobil kecil ini, Daimler menambah investasi baru sebesar 3 miliar euro.

Di Rastatt, Daimler memproduksi mobil kecil dan kompak, yaitu A-Class dan B-Class. “Daimler harus membuat line-up mobil kecil dan kompak yang lebih menguntungkan dua tahun ke depan,” tegas Zetsche.

Indikator meningkatnya ancaman mobil kecil diperlihatkan pula melalui program penjualan mobil dengan program insentif di Jerman. Pada program ini, pemerintah Jerman telah mengeluarkan dana 5 miliar euro dan berakhir September lalu.

Penjualan mobil meningkat 26 persen dalam 9 bulan pertama 2009 atau 2,99 juta kendaraan. Namun, peningkatan didominasi oleh pertumbuhan mobil-mobil kecil. Hal tersebut disimpulkan berdasarkan data dari kantor Federal Motor Vehicle.

Bahkan merek asing, Lada, divisi dari perusahaan mobil Rusia OAO AvtoVAZ dan Hyundai Korea, penjualannya naik. Begitu juga produsen mobil kecil Jerman, seperti VW dan Opel. Penjualan mereka naik, sedangkan BMW dan Daimler turun.

“Industri mengalami pergeseran,” jelas Fuss. Ditambahkan, sementara produsen mobil mewah mengalami masalah keuangan karena penjualan mereka turun, produsen mobil kecil dari India dan China justru meraup keuntungan tunai yang sangat besar dan siap mengambil alih pasar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau