FOTO: Akhirnya, Eks Kantor Wali Kota Jakbar Mulai Dirobohkan

Kompas.com - 26/10/2009, 16:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pukul 14.00 tadi, alat berat yang sudah berada di halaman bekas kantor Wali Kota Jakarta Barat sejak Senin (26/10) pukul 08.30, akhirnya bergerak juga. Gerakannya membuat beberapa pegawai Pemkot yang masih berkantor secara teratur keluar sambil membawa barang kantor.

Tidak hanya itu, proses eksekusi yang terkesan mendadak itu membuat pemilik motor yang diparkir dekat alat berat berlarian menyelamatkan harta miliknya. "Hari ini hanya teras depan. Ini untuk permulaan kerja saja. Setelah itu dirobohkan semua," kata Rodi, pelaksana pembongkaran dari Yayasan Sawerigading.

Yayasan Sawerigading inilah yang melalui putusan PN Jakbar memenangkan sengketa hak milik tanah yang sempat menjadi kantor Wali Kota Jakbar tersebut. Proses pembongkaran juga berlangsung di dalam gedung, di mana Panwaslu, Badan Narkotika Kota (BNK), dan Dinas Kebersihan masih berkantor.

Puluhan buruh bangunan yang mengenakan kaus biru mulai mencopoti keramik dan menghancurkannya. Pembatas ruangan berupa tripleks pun dilepasi satu per satu.

Aksi ini, menurut pantauan Kompas.com, mendapat perhatian masyarakat sekitar, petugas Satpol PP, para wartawan, dan tentunya para mahasiswa dan dosen Sekolah Tinggi Theologia Injili Astamar (Setia). Mereka tinggal di Blok 3-6 kantor tersebut sejak 15 bulan terakhir, setelah kampus dan asrama mereka di Kampung Pulo Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, ditutup paksa oleh warga sekitar.

Selanjutnya, mereka dijanjikan tempat baru di Jakarta Utara. Saat ini mereka, pihak Yayasan Setia, Yayasan Sawerigading, dan PN Jakbar sedang meninjau tempat tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau