JAKARTA, KOMPAS.com — Pukul 14.00 tadi, alat berat yang sudah berada di halaman bekas kantor Wali Kota Jakarta Barat sejak Senin (26/10) pukul 08.30, akhirnya bergerak juga. Gerakannya membuat beberapa pegawai Pemkot yang masih berkantor secara teratur keluar sambil membawa barang kantor.
Tidak hanya itu, proses eksekusi yang terkesan mendadak itu membuat pemilik motor yang diparkir dekat alat berat berlarian menyelamatkan harta miliknya. "Hari ini hanya teras depan. Ini untuk permulaan kerja saja. Setelah itu dirobohkan semua," kata Rodi, pelaksana pembongkaran dari Yayasan Sawerigading.
Yayasan Sawerigading inilah yang melalui putusan PN Jakbar memenangkan sengketa hak milik tanah yang sempat menjadi kantor Wali Kota Jakbar tersebut. Proses pembongkaran juga berlangsung di dalam gedung, di mana Panwaslu, Badan Narkotika Kota (BNK), dan Dinas Kebersihan masih berkantor.
Puluhan buruh bangunan yang mengenakan kaus biru mulai mencopoti keramik dan menghancurkannya. Pembatas ruangan berupa tripleks pun dilepasi satu per satu.
Aksi ini, menurut pantauan Kompas.com, mendapat perhatian masyarakat sekitar, petugas Satpol PP, para wartawan, dan tentunya para mahasiswa dan dosen Sekolah Tinggi Theologia Injili Astamar (Setia). Mereka tinggal di Blok 3-6 kantor tersebut sejak 15 bulan terakhir, setelah kampus dan asrama mereka di Kampung Pulo Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, ditutup paksa oleh warga sekitar.
Selanjutnya, mereka dijanjikan tempat baru di Jakarta Utara. Saat ini mereka, pihak Yayasan Setia, Yayasan Sawerigading, dan PN Jakbar sedang meninjau tempat tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang