JAKARTA, KOMPAS.com — Satu dari enam blok gedung eks kantor Wali Kota Jakarta Barat akhirnya berhasil dirobohkan meski sempat diwarnai ketegangan. Sebab, di kompleks itu terdapat sekitar 1.300 mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Arastanmar yang tinggal di sana.
Para mahasiswa yang mendiami Blok 3, 4, 5, dan 6 memang sempat histeris, sesaat petugas akan melakukan pembongkaran. Namun, setelah ditenangkan oleh pengurus kampus dan juga pihak PN Jakbar selaku eksekutor bahwa yang dirobohkan hanya gedung di Blok 1 dan 2, para mahasiswa kembali tenang. Sedangkan gedung di Blok 3, 4, 5, dan 6 pembongkarannya masih ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Rencananya, para mahasiswa ini akan diberikan tempat yang lebih representatif, yakni di daerah Jakarta Utara.
Eksekusi akhirnya berjalan dengan lancar. Dengan menggunakan alat berat, petugas merobohkan gedung tersebut. Setidaknya, dari enam blok di kawasan perkantoran itu, satu diantaranya yakni Blok 1, sudah dirobohkan. Gedung tersebut merupakan bekas kantor Badan Narkotika Kota (BNK) Jakbar.
Namun, karena waktunya sudah mulai sore, akhirnya eksekusi akan dilanjutkan Selasa (27/10) besok. Tepat pukul 17.30, petugas menghentikan pembongkaran gedung tersebut. Hal ini dilakukan karena suasana di lokasi mulai gelap.
"Karena hari sudah mulai gelap, kita akan lanjutkan eksekusi Blok 1 dan Blok 2 besok pagi," kata Batuasa Sitanggang, Juru Sita Pengadilan Negeri Jakarta Barat.
Kepala Asrama SETIA, Julius, menjelaskan, saat ini pihaknya telah membuat kesepakatan dengan PN Jakbar dan Sawerigading. Isinya, pihak PN Jakbar tidak akan mengeksekusi blok yang saat ini masih dihuni mahasiswa sampai pihak SETIA menemukan lokasi pengganti.
Kendati begitu, pihak PN Jakbar dan Sawerigading tidak memberikan waktu yang lama, yakni hanya 5 hari, setelah itu, Blok 3, 4, 5, dan 6 yang ditempati mahasiswa harus dikosongkan. "Setelah melakukan negosiasi, pihak PN dan Sawerigading berjanji hanya akan merobohkan Blok 1 dan Blok 2, sementara Blok 3, 4, 5, dan 6 akan dirobohkan lima hari mendatang setelah kami memperoleh lokasi baru," tutur Julius.