Satu Gedung Eks Wali Kota Jakbar Akhirnya Roboh

Kompas.com - 26/10/2009, 22:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Satu dari enam blok gedung eks kantor Wali Kota Jakarta Barat akhirnya berhasil dirobohkan meski sempat diwarnai ketegangan. Sebab, di kompleks itu terdapat sekitar 1.300 mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Arastanmar yang tinggal di sana.

Para mahasiswa yang mendiami Blok 3, 4, 5, dan 6 memang sempat histeris, sesaat petugas akan melakukan pembongkaran. Namun, setelah ditenangkan oleh pengurus kampus dan juga pihak PN Jakbar selaku eksekutor bahwa yang dirobohkan hanya gedung di Blok 1 dan 2, para mahasiswa kembali tenang. Sedangkan gedung di Blok 3, 4, 5, dan 6 pembongkarannya masih ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Rencananya, para mahasiswa ini akan diberikan tempat yang lebih representatif, yakni di daerah Jakarta Utara.

Eksekusi akhirnya berjalan dengan lancar. Dengan menggunakan alat berat, petugas merobohkan gedung tersebut. Setidaknya, dari enam blok di kawasan perkantoran itu, satu diantaranya yakni Blok 1, sudah dirobohkan. Gedung tersebut merupakan bekas kantor Badan Narkotika Kota (BNK) Jakbar.

Namun, karena waktunya sudah mulai sore, akhirnya eksekusi akan dilanjutkan Selasa (27/10) besok. Tepat pukul 17.30, petugas menghentikan pembongkaran gedung tersebut. Hal ini dilakukan karena suasana di lokasi mulai gelap.

"Karena hari sudah mulai gelap, kita akan lanjutkan eksekusi Blok 1 dan Blok 2 besok pagi," kata Batuasa Sitanggang, Juru Sita Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Kepala Asrama SETIA, Julius, menjelaskan, saat ini pihaknya telah membuat kesepakatan dengan PN Jakbar dan Sawerigading. Isinya, pihak PN Jakbar tidak akan mengeksekusi blok yang saat ini masih dihuni mahasiswa sampai pihak SETIA menemukan lokasi pengganti.

Kendati begitu, pihak PN Jakbar dan Sawerigading tidak memberikan waktu yang lama, yakni hanya 5 hari, setelah itu, Blok 3, 4, 5, dan 6 yang ditempati mahasiswa harus dikosongkan. "Setelah melakukan negosiasi, pihak PN dan Sawerigading berjanji hanya akan merobohkan Blok 1 dan Blok 2, sementara Blok 3, 4, 5, dan 6 akan dirobohkan lima hari mendatang setelah kami memperoleh lokasi baru," tutur Julius.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau