JAKARTA, KOMPAS.com — Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Daerah Kerja Madinah mulai merawat belasan jamaah haji Indonesia karena terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, dan bronkitis. Sementara penyakit jemaah yang memerlukan perawatan lanjutan dikirim ke rumah sakit terdekat di Madinah.
Media Center Haji di Jakarta, Senin (26/10), dalam siaran persnya menyebutkan, dokter jaga di Balai Pengobatan Haji Indonesia Daker Madinah dr Peni Erlinawati mengungkapkan, pasien hanya mengeluh batuk-pilek dan tidak sampai panas tinggi, sesak napas atau depresi. Itu sebabnya, pasien hanya melakukan rawat jalan.
"Di BPHI obat-obatnya cukup lengkap, memang di awal-awal kita di sini obatnya belum datang," ujar Peni.
Sementara untuk kasus-kasus penyakit yang lebih berat yang diderita jemaah haji dan memerlukan perawatan lanjutan, seperti hipertensi krisis dan cuci darah, akan dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi King Fahd di Madinah atau rumah sakit terdekat lainnya.
"Karena di BPHI tidak ada fasilitas untuk penyakit yang memerlukan penanganan lanjutan, maka kita kirim ke rumah sakit terdekat," ujarnya.
Di Arab Saudi sekarang, Peni menjelaskan, sedang menjelang musim dingin. Jemaah calon haji Indonesia yang mengeluh karena terserang penyakit terus berdatangan. Meski obat-obatan dan tim medis cukup lengkap, diharapkan jemaah calon haji Indonesia tetap sehat ketika berada di Tanah Suci untuk beribadah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang