Australia Minta Maaf kepada Anak-anak Korban Negara

Kompas.com - 27/10/2009, 15:47 WIB

CANBERRA, KOMPAS.com — Pemerintah Australia akan menyampaikan permintaan maaf yang penting artinya secara historis kepada anak-anak yang menderita akibat kebijakan negara selama abad lalu.

Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd, pada 16 November mendatang akan menyampaikan permintaan maaf atas pengabaian dan perlakuan tidak pantas pemerintah Australia terhadap anak-anak tanpa keluarga. Menteri Layanan Masyarakat Australia, Jenny Macklin, mengungkapkan hal itu, Selasa (27/10). Tahun lalu, Australia juga telah meminta maaf kepada kaum Aborigin atas ketidakadilan yang terjadi di masa lalu.

"Ini merupakan suatu kesempatan bagi kita semua untuk mengetahui bahwa apa yang telah dilakukan merupakan kesalahan bahwa hal itu telah menyebabkan penderitaan," kata Macklin.

Sebuah laporan senat tahun 2004 menyatakan, lebih dari 500.000 anak Australia ditempatkan rumah-rumah adopsi, panti asuhan, dan sejumlah lembaga lain selama abad 20. Mereka sering disebut sebagai "orang-orang Australia yang hilang". Banyak dari mereka secara emosional, fisik, dan seksual mengalami perlakuan yang kejam.

Sebuah laporan lain pada tahun 2001 menyatakan, antara 6.000 hingga 30.000 anak dari Inggris dan Malta, umumnya diambil dari ibu-ibu yang tidak menikah atau keluarga tidak mampu, dikirim sendirian ke Australia sebagai migran pada abad lalu.

Terhadap dua laporan tersebut, senat merekomendasikan kepada pemerintah, saat itu Perdana Menteri John Howard, untuk meminta maaf atas perlakuan kejam dan perbuatan tidak manusiawi yang menyebabkan banyak anak menderita di lembaga dan tempat-tempat penampungan.

Namun, Howard menolak rekomendasi tersebut, sebagaimana juga dia menolak laporan komisi pemerintah tahun 1997 yang meminta pemintaan maaf nasional atas perlakuan Australia terhadap orang Aborigin sejak orang-orang Eropa masuk ke benua itu tahun 1788. Howard beralasan, orang Australia kontemporer tidak harus bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan generasi sebelumnya.

Namun, Rudd mengambil langkah yang berbeda. Salah satu aksi pertama Rudd di parlemen setelah menang pada pemilihan November 2007 adalah secara formal meminta maaf kepada kaum Aborigin. Permintaan maaf bagi anak-anak yang diperlakukan buruk di tempat-tempat penampungan pemerintah telah dijanjikan Agustus. Langkah itu didukung pemerintah dan partai opisisi.

Harold Haig, juru bicara Child Migrants, kelompok yang mewakili anak-anak Eropa yang dibawa ke panti-panti asuhan Australia, menutut permintaan maaf yang diikuti pemberian kompensasi oleh pemerintah. "Ada kebutuhan untuk perbaikan dan restitusi sehingga anak-anak migran akhirnya mendapatkan keadilan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau