Perkosaan Mengerikan Usai Pesta Dansa

Kompas.com - 28/10/2009, 09:41 WIB

RICHMOND, KOMPAS.com — Pemerkosaan beramai-ramai dan pemukulan terhadap siswi berusia 15 tahun di kompleks sekolah seusai pesta dansa menggemparkan Amerika Serikat. Kendati mengerikan, polisi mengatakan, sekitar 20 orang yang menyaksikan kejadian itu tidak berusaha menghentikannya.

Insiden akhir pekan itu membuat warga San Fransisco Bay berpenduduk 120.000 orang terguncang. Seorang polisi bahkan menyebut itu salah satu kejahatan paling mengerikan yang pernah ia saksikan. Sejumlah siswa pindah sekolah menyusul insiden itu.

"Di sana sama sekali tidak aman," kata Jennie Steinberg (16), yang diminta pindah sekolah oleh ibunya, Selasa (27/10). "Saya tidak akan kembali," lanjutnya.

Korban baru saja meninggalkan pesta dansa dalam temu alumni dan minum minuman keras di halaman sekolah bersama sekelompok siswa ketika ia diperkosa dan dianiaya.

Sejauh ini, baru dua tersangka ditahan, Senin. Namun, polisi menyebut bahwa sedikitnya tujuh siswa atau alumni berusia 15 hingga 20-an tahun ikut terlibat. Sekitar 20 orang yang menyaksikan kejadian itu tidak melapor kepada polisi.

Polisi menemukan korban setengah pingsan dan telanjang, tergeletak di halaman sekolah yang remang-remang. Ia masih dirawat di rumah sakit kendati nyawanya tidak terancam.

"Ini tindakan barbar. Saya belum bisa memastikan jumlah orang menyaksikan (kejadian itu) atau terlibat dalam penyerangan. Ini adalah salah satu kejahatan paling mengerikan selama 15 tahun saya menjadi polisi," kata Letnan Mark Gagan.

Gagan tidak memberikan komentar tentang rumor bahwa sejumlah siswa merekam adegan pemerkosaan itu melalui ponsel dan mengirimkannya ke internet.

Gagan menjelaskan, korban meninggalkan pesta dansa dan berjalan untuk menemui ayahnya ketika seorang teman sekelas mengundangnya bergabung dengan sekelompok siswa untuk minum minuman keras. Gadis itu meminum banyak minuman keras saat insiden terjadi. Gagan mengatakan, ayah korban berusaha menghubungi ponselnya, tetapi tidak ada jawaban.

Polisi menerima laporan pemerkosaan ini dari seorang siswi yang mendengar dua pemuda meracau bahwa mereka baru saja memerkosa seorang perempuan. Korban akhirnya ditemukan satu jam setelah pesta dansa yang dihadiri 400 siswa dan alumni tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau