Laju Milan Diredam Napoli

Kompas.com - 29/10/2009, 04:44 WIB

NAPLES, KOMPAS.com - AC Milan gagal membukukan kemenangan beruntun keempat mereka setelah ditahan imbang Napoli 2-2 dalam lanjutan Serie-A, Rabu (28/10). Hasil imbang ini sangat menyakitkan karena Milan sempat unggul dua gol.

Tampil di kandang lawan, Milan memeragakan permainan cepat yang efektif. Mereka bahkan mampu unggul 2-0 saat pertandingan baru berjalan lima menit.

Gol pertama Milan dicetak oleh Filippo Inzaghi di menit kedua. Inzaghi sukses meneruskan umpan Clarence Seedorf masuk ke sudut kiri bawah gawang Napoli.

Tiga menit berselang, giliran Alexandre Pato yang membobol jaring Morgan De Sanctis. Memanfaatkan umpan Inzaghi, Pato melesakkan bola ke sudut kanan bawah gawang Napoli.

Sepasang gol itu menunda hasrat menyerang Napoli. Mereka terpaksa mengurangi agresivitas barisan gelandang untuk memperbaiki koordinasi lini belakang. Hasilnya, mereka mampu mengatasi serbuan Milan di lini tengah.

Setelah beberapa saat, Napoli juga mampu memahami pergerakan Milan. Selain membangun antisipasi, mereka juga mulai melakukan upaya serangan dengan umpan-umpan terobosan dan silang.

Mereka pun kemudian mampu menciptakan sejumlah peluang, misalnya, melalui Fabio Quagliarella di menit ke-23. Saat itu, ia berhasil menjangkau umpan Marek Hamsik dan melepaskan tembakan ke tengah gawang. Namun, kiper Nelson Dida berada di posisi tepat untuk menjinakkan bola.

Napoli juga berhasil menciptakan sejumlah peluang lain melalui Marek Hamsik dan Michele Pazienza. Namun, karena kurang tenang, kedua peluang itu meleset keluar sasaran. Napoli pun terpaksa menutup babak pertama dengan kekalahan 0-2.

Memasuki babak kedua, Napoli mengambil inisiatif serangan. Dua menit babak kedua berjalan, Napoli membuat dua ancaman beruntun melalui Lavezzi dan Christian Maggio. Namun, Dida mampu menggagalkan usaha musuh.

Di menit ke-57, Napoli kembali menghujani gawang Milan dengan tembakan-tembakan berbahaya. Kalau sebelumnya mereka menciptakan dua ancaman beruntun, kali ini mereka berhasil membuat tiga peluang emas berturut-turut melalui Marek Hamsik, Walter Gargano, dan Quagliarella. Sayang, semua tembakan tepat ke gawang itu mentah di tangan Dida.

Kegagalan-kegagalan itu membuat Napoli semakin bernapsu melakukan serangan. Dengan mengorbankan lini pertahanan, mereka mendesak Milan dengan kekuatan nyaris maksimal. Namun, sebelum ancaman mereka membuahkan gol, pelatih Milan, Leonardo mengambil inisiatif bertahan dengan menarik Ronaldinho dan memasukkan Mathieu Flamini di menit ke-60.

Keputusan Leonardo berdampak pada menurunnya daya serang Milan. Meski mampu bertahan dengan baik, mereka kesulitan untuk menciptakan peluang emas. Dalam keadaan sulit mengembangkan, Milan malah mendapat bencana kartu kuning kedua Ignazio Abate di menit ke-86, menyusul pelanggarannya kepada Gargano.

Betul saja, terusirnya Abate membuat lini pertahanan Milan semakin kelimpungan.Puncak penurunan kualitas pertahanan Milan adalah terciptanya sepasang gol balasan Napoli yang dicetak Cigarini dan Gustavo Dennis di masa injury time.

Luca Cigarini membuka jalan kebangkitan Napoli  setelah tembakan jarak jauhnya di menit ke-90+1 melesat masuk ke sudut kiri atas gawang Dida. Dua menit berselang, Napoli menyamakan kedudukan setelah Gustavo Denis sukses menanduk umpan Maggio masuk ke gawang Milan.

Dengan hasil ini, Milan terpaksa puas hanya naik dua peringkat ke posisi kelima dengan 16 poin. Sementara itu, Napoli duduk di kursi ke-12 dengan 14 poin.

Susunan pemain:
Napoli:
De Sanctis; Campagnaro (Datolo  67), Rinaudo, Aronica, Grave; Gargano, Pazienza (Cigarini  64), Hamsik, Maggio; Lavezzi, Quagliarella (Denis  70)
Milan: Dida; Thiago Silva, Nesta (Kaladze  8), Zambrotta, Abate; Pirlo, Seedorf, Ambrossini; Ronaldinho (Flamini 60), Inzaghi (Borriello 73), Pato

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau