Konsumen RI Target Pengembang Singapura

Kompas.com - 30/10/2009, 07:15 WIB

SINGAPURA, KOMPAS — Konsumen Indonesia tetap menjadi pasar yang potensial bagi pengembang properti di Singapura, khususnya masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik dan kebutuhan rumah yang berkualitas mendorong pengembang di Singapura tetap optimistis mengembangkan pasar Indonesia.

General Manager Marketing Keppel Land Albert Foo, di Singapura, Kamis (29/10), mengemukakan, kebutuhan hunian yang berkualitas di Jakarta terus bertambah. Hal itu merupakan peluang bagi pengembang untuk konsisten menawarkan hunian terintegrasi lengkap dengan ruang terbuka hijau, infrastruktur, dan fasilitas.

”Pasar properti di Jakarta merupakan pasar yang sangat potensial. Selalu ada permintaan untuk perumahan berkualitas,” ujar Albert.

Minat warga Indonesia yang tinggi untuk berinvestasi, ujarnya, mendorong Keppel Land tetap fokus pada pengembangan proyek perumahan, perkantoran, dan komersial untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke atas.

Keppel Land saat ini sedang menggarap tahap lanjutan pembangunan kota terpadu Jakarta Garden City dengan total luas lahan 270 hektar. Kawasan itu memadukan hunian, areal komersial, apartemen, rumah sakit, dan perkantoran.

Tahap awal yang sedang digarap adalah rumah tinggal sebanyak 994 unit yang ditargetkan selesai akhir tahun ini. Proyek kota hunian terpadu itu ditargetkan sepenuhnya tuntas dalam kurun 10-15 tahun mendatang dengan total rumah tinggal dan apartemen sebanyak 7.000 unit.

Head of Marketing Keppel Land Margaret Chin menilai, pasar properti Indonesia, khususnya di Jakarta, terus berkembang seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan hunian yang hijau dan ramah lingkungan.

Berkaitan dengan itu, Keppel Land mengarahkan pengembangan hunian yang ramah lingkungan dan hemat energi, di antaranya dengan pola daur ulang air kotor menjadi air bersih untuk digunakan bagi keperluan sehari-hari, sarana transportasi, dan drainase.

(BM Lukita Grahadyarini dari Singapura)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau