Terkait Nuklir, Iran Harus Tanggapi Cepat Proposal IAEA

Kompas.com - 02/11/2009, 18:27 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband, Senin (2/11), mengatakan, Iran harus merespons cepat usulan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yaitu mengirim uraniumnya ke luar negeri untuk pemrosesan lebih lanjut.

"Kami berdua ingin melihat respons yang cepat dari pemerintah Iran terkait usulan terhadap reaktor riset Teheran," kata Miliband kepada wartawan setelah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, di Moskwa.

Berdasarkan proposal IAEA, Iran harus mengirim uranium yang telah diperkaya rendah (LEU) ke luar negeri untuk dilakukan pemrosesan lebih lanjut. Uranium itu lalu dikirim kembali dalam keadaan sudah lebih diperkaya ke reaktor riset di Teheran.

Menlu Iran Manouchehr Mottaki, Senin, mengatakan, negaranya ingin agar IAEA membentuk sebuah komite untuk meninjau kesepakatan tersebut. Dia mengatakan, Iran akan terus memperkaya uranium untuk keperluan nuklirnya.

Menlu Rusia, Lavrov, mengatakan, ia berharap Iran menyetujui proposal IAEA itu. Dia juga mengusulkan sebuah pertemuan baru negara-negara kuat dunia, yaitu Inggris, China, Perancis, Jerman, Rusia, dan AS, dengan Iran untuk membahas program nuklir negara itu. "Itu bukan pertemuan terakhir untuk mendiskusikan pertanyaan prosedural, tetapi suatu kesempatan di mana dialog yang pantas harus dilakukan terkait proposal-proposal itu," kata Lavrov.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau