Eep Syaefullah: Tim Independen Mestinya Berwenang Usut Century

Kompas.com - 02/11/2009, 22:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Eep Syaefullah, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan kewenangan seluas-luasnya dalam melaksanakan tugas, termasuk akses untuk mendapat data dan informasi terkait kasus Bank Century.

Menurut dia, semua permasalahan yang ada terhadap perseteruan Polri dan KPK yang berujung pada penahanan Bibit-Chandra tidak terlepas dari kasus Bank Century. "TPF harus diberikan kewenangan seluas-luasnya karena kita tahu kasus ini ada indikasi terkait dengan kasus Bank Century," kata Eep saat memberikan orasi di depan para pengunjuk rasa di Bundaran HI, Senin (2/11) siang.

Menurut Eep, kasus Century punya indikasi yang sangat sensitif dengan pemerintahan, terutama pemerintahan SBY, pada periode lalu yang melibatkan sejumlah nama pejabat pemerintah. Jika tim independen telah diberikan wewenang yang seluas-luasnya, maka Presiden SBY harus siap menerima semua konsekuensi dari seluruh hasil investigasi tim tersebut.

"Jika Presiden telah memberikan seluas-luasnya, maka dia harus menerima segala konsekuensinya. Sebuah tim independen nanti akan melaporkan kepada publik. Dia (tim independen) harus mengatakan, inilah hasil investigasi kami," tegasnya.

Menurut Eep, hasil kerja TPF haruslah sebuah rekomendasi. Jika ada pelanggaran yang dilakukan pihak kepolisian maupun pejabat pemerintahan SBY sebelumnya, maka mereka juga harus siap dicopot dan diseret ke pengadilan.

"Fakta itu, tanpa rekomendasi, sama saja tak bersuara. Usulan secara birokratif kepada pemerintahan agar memecat seluruh pembantunya yang terlibat. Tindak lanjut politik menyangkut tata hubungan antar-lembaga negara, termasuk penegasan kewenangan dan kredibilitas nama baik lembaga KPKP dengan segala konsekuensinya. Tindakan hukum, ada pengadilan, itu juga harus dibawa sampai ke sana," pintanya.

Eep minta orang-orang yang berada di tim independen haruslah orang yang memiliki independensi dan kredibilitas di setiap bidang yang ditelusurinya. "Misalnya, mereka juga harus mengerti bagaimana arus transaksi uang antar-lembaga," pungkasnya. (Persda Network/CR2)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau