Liga Arab Kecewa Hasil Pembicaraan Israel

Kompas.com - 02/11/2009, 23:05 WIB

MARRAKESH, KOMPAS.com - Negara-negara Arab kecewa atas gagalnya pembicaraan AS-Israel pekan lalu menghasilkan tekanan lebih besar bagi pembekuan pembangunan permukiman. "Saya memberitahu anda bahwa kami semua, termasuk Arab Saudi, termasuk Mesir, sangat kecewa dengan semua hasil tersebut, dengan kenyataan bahwa Israel dapat lolos dari apa saja tanpa ada sikap tegas bahwa ini tak dapat dilakukan," kata Amr Moussa, Sekretaris Jenderal Liga Arab kepada wartawan di sisi satu konferensi di Marokko, Senin (2/11).

Ketika ditanya apakah upaya Presiden AS Barack Obama untuk memulai kembali proses perdamaian Palestina-Israel telah gagal, ia mengatakan, "Saya benar-benar sangat takut bahwa kita sebentar lagi menyaksikan kegagalan. Tapi saya masih menunggu sampai kami mengadakan pertemuan dan memutuskan apa yang akan dilakukan. Namun kegagalan menyelimuti semua kondisi."
    
Pada Minggu lalu, Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) mendesak pemerintah AS agar mempertahankan kredibilitasnya sebagai penjaga proses perdamaian Palestina-Israel, yang macet. Seruan tersebut disampaikan setelah Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mendukung tuntutan Israel untuk melanjutkan perundingan dengan Palestina tanpa prasyarat.
    
"Pernyataan Nyonya Clinton adalah perubahan dalam sikap Amerika," kata Nabil Abu Rudeinah, juru bicara bagi Presiden Palestina Mahmoud Abbas. "Jika pemerintah AS dan masyarakat internasional tertarik untuk melanjutkan perundingan perdamaian, pandangan dan pendirian semacam itu harus diubah," kata Abu Rudeinah kepada radio Voice of Palestine.
    
Pihak Palestina ingin Israel menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jerusalem Timur, sementara Hillary mengatakan perundingan harus dilanjutkan sesegera mungkin tanpa prasyarat. Pada Sabtu (31/10), Hillary bertemu dengan Abbas --yang menolak tawaran AS untuk memulai kembali pembicaraan perdamaian sementara Israel melanjutkan pembangunan permukiman di Jerusalem Timur.

Tawaran itu juga memberi Israel hak untuk membangun instalasi umum di permukiman yang sudah ada di Tepi Barat dan menyelesaikan satu proyek pembangunan 3.000 rumah di wilayah pendudukan Tepi Israel. "Tak mungkin dan tak disambut bahwa Israel diberi pembenaran dan dalih untuk melanjutkan kegiatan permukiman; mereka harus dihentikan sebelum perdebatan apa pun mengenai dilanjutkannya perundingan," kata Abu Rudeinah.

Sementara itu, pemimpin perunding Palestina Saeb Erakat mengatakan pernyataan Hillary memicu keprihatinan di kalangan pimpinan Palestina. "Kami telah meminta penjelasan dari Washington mengenai perubahan dalam kebijakannya sehubungan dengan permukiman," kata Erakat kepada wartawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau