Piala dunia 2010

Nigeria Butuh Tenaga Obi Mikel

Kompas.com - 04/11/2009, 04:14 WIB

LAGOS, SENIN - Gelandang Chelsea, John Obi Mikel, yang saat ini dibelit cedera masuk ke dalam daftar 23 pemain tim nasional Nigeria untuk menghadapi Kenya di laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona Afrika, 14 November mendatang. Tim berjuluk ”Elang Super” itu tertinggal dua poin dari pesaing beratnya, Tunisia, dan harus menang pada laga di Nairobi.

Obi Mikel sebenarnya cedera engkel. Terakhir ia tampil untuk Chelsea akhir September lalu. Karena cedera itu, ia tidak diikutkan dalam lawatan Chelsea ke Atletico Madrid di ajang Liga Champions, Rabu dini hari WIB tadi. Pelatih Nigeria Shaibu Amodu juga memanggil bek di klub Rusia, Chidi Odiah, dan striker Brugge, Joseph Akpala.

Afrika mendapat jatah lima negara di Piala Dunia 2010 di luar tuan rumah Afrika Selatan. Dua tiket telah direbut Ghana dan Pantai Gading, menyisakan tiga tiket yang diperebutkan enam negara, termasuk Nigeria.

Sementara itu, di Zona Eropa, delapan tim akan bertarung untuk memperebutkan empat tiket pada babak play off. Pelatih Rusia Guus Hiddink memanggil kiper Vladimir Gabulov di antara 24 pemain untuk melawan Slovenia, 14 November mendatang.

Gabulov tampil untuk pertama kali, Sabtu, setelah ia cedera enam pekan lalu. Hiddink juga memasukkan bek tengah Dynamo Moskwa, Denis Kolodin, yang bermain pertama kali sejak cedera hamstring dua bulan lalu.

Penyerang Lokomotiv Moskwa, Dmitry Sychev, juga dipanggil masuk timnas Rusia untuk pertama kali setelah ia mencetak dua gol di ajang liga, pekan lalu. Rusia akan menjamu Slovenia di Stadion Luzhniki, 14 November, dan bertandang ke Maribor empat hari kemudian.

Bosnia tiru Yunani

Selain Rusia versus Slovenia, laga play off Eropa juga menampilkan duel Bosnia-Herzegovia versus Portugal. Pelatih Bosnia Miroslav Blazevic menegaskan akan meniru model permainan Yunani di final Piala Eropa 2004 untuk meredam Portugal.

Ia yakin, permainan bertahan melawan Portugal tidak akan berhasil. ”Kami akan digilas jika kami tampil bertahan dan play off akan berakhir bagi kami setelah leg pertama di Portugal,” papar Blazevic kepada edisi internet koran Dnevni Avaz, Senin lalu.

”Final Piala Eropa 2004 saat Yunani menundukkan Portugal 1-0 adalah cara yang harus kami mainkan, yakni dengan mematikan mereka di lini tengah dan berusaha menekan jika memungkinkan,” ujar Blazevic. ”Kami harus menutup ruang gerak satu inci sekali pun dan berusaha mencuri gol tandang.”

”Sebab, peluang kami akan sangat tipis jika kami tidak mampu mencetak gol di leg pertama. Saya tidak pernah merasa sedemikian cemas dalam hidup saya karena ini ujian terbesar dalam karier saya. Butuh penampilan berkelas dunia sepanjang dua laga untuk menyingkirkan Portugal,” katanya.

Yang juga jadi perhatian Blazevic, pelatih yang meloloskan Kroasia ke semifinal Piala Dunia 1998, adalah sembilan pemainnya yang mengantongi kartu kuning. Mereka bakal absen di leg kedua jika terkena kartu kuning.

Dua laga play off lainnya akan mempertemukan Irlandia lawan Perancis dan Yunani versus Ukraina. Play off digelar dua kali dalam laga kandang dan tandang. Pemenangnya lolos ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Sementara itu, Korea Utara memberikan penghargaan kepada pemainnya yang meloloskan negerinya ke Piala Dunia 2010. Pemain Korut mendapat medali dan arloji yang bertuliskan pemimpin negeri itu, Kim Jong-Il.(AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau