Usai Bertemu TPF, Rombongan Polri "Kabur"

Kompas.com - 04/11/2009, 17:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rombongan Kapolri yang diundang bertemu Tim Pencari Fakta (TPF) ke Kantor Wantimpres, Rabu (4/11), pulang sekitar pukul 16.30. Kepulangan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri bersama Wakabareskrim Irjen Dik Dik Mulyana dan sejumlah penyidik tidak diketahui karena melalui pintu lain.

Ketika datang, Kapolri dan Wakabareskrim masuk melalui lobi yang berbatasan langsung dengan Istana Negara. Para jurnalis juga menunggu di lobi ini tanpa kepastian. Kepulangan rombongan akhirnya disadari ketika mobil dinas yang diparkir di depan lobi masuk bergerak tanpa rombongan.

Menurut pengamatan Kompas.com, pintu lain yang kemungkinan dipakai keluar oleh rombongan Polri adalah lobi yang berhadapan dengan Jalan Veteran III. Kepulangan rombongan Kapolri juga dibenarkan oleh salah satu staf Wantimpres. "Iya, sudah pulang ternyata," tutur staf tersebut.

Menurut staf ini pula, TPF rencananya akan menggelar keterangan pers sekitar pukul 18.00 sebelum menghadiri pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa di Hotel Nikko.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau