313 Keluarga di Tiga Desa Rawan Longsor Direlokasi

Kompas.com - 04/11/2009, 19:54 WIB

BANTUL, KOMPAS.com — Untuk mencegah dampak longsor yang kemungkinan terjadi pada musim hujan nanti, Pemerintah Kabupaten Bantul akan merelokasi 313 keluarga yang tersebar di daerah-daerah rawan longsor. Mereka akan dipindahkan ke lahan kas desa yang letaknya aman dan diberi bantuan pembangunan rumah sebesar Rp 20 juta.

Ada tiga desa yang dinilai rawan longsor, yakni Sri Martani Piyungan (95 KK), Wukirsari Imogiri (156 KK), dan Wonolelo Pleret (62 KK). Kami sedang mengecek lokasinya. "Diusahakan, mereka bisa pindah sebelum musim hujan karena longsor biasanya banyak terjadi pada awal musim hujan akibat tanah yang merekah dan tingginya intensitas hujan," kata Agus Joko Sunarya, Koordinator Kebencanaan Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas), Rabu (4/11).

Menurutnya, sebagian besar warga di tiga desa tersebut tinggal di lereng-lereng perbukitan rawan longsor. Tahun lalu, sejumlah rumah hancur karena diterjang longsor dari atas perbukitan. Masyarakat diharapkan bisa menerima kebijakan relokasi tersebut karena tujuannya adalah mencegah kerugian, baik korban jiwa, maupun harta benda.

Di lahan kas desa, setiap keluarga akan menerima dana bantuan senilai Rp 20 juta untuk membangun rumah baru. Dana tersebut berasal dari bantuan Java Reconstruction Fund (JRF). "Kalau hanya mengandalkan dana, maka mungkin tidak cukup. Masyarakat harus bisa memanfaatkan bahan bangunan bekas rumah mereka untuk menekan biaya," katanya.

Terkait dengan bahaya longsor, Kantor Kesbanglinmas menyediakan layanan piket 24 jam sehingga masyarakat bisa langsung menyampaikan informasi bila bencana longsor terjadi. "Begitu ada pemberitahuan, kami akan langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan sembako bagi para korban," kata Kepala Kesbanglinmas Bantul Djundan.

Secara terpisah, Kepala Desa Wukirsari Bayu Bintoro mengimbau masyarakatnya, terutama yang tinggal di lereng bukit untuk mewaspadai longsor selama musim hujan. Dari 16 dusun, sebanyak 6 dusun di antaranya termasuk daerah rawan longsor. "Tahun lalu ada beberapa rumah yang hancur. Saya tidak mau tahun ini terulang kembali. Kalau bisa, sementara mengungsi dulu," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau