JEMBER, KOMPAS.com — Universitas Negeri Jember menggelar bakti sosial operasi katarak murah bagi masyarakat miskin di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Kepala Humas Universitas Jember Budi Hariyanto, Sabtu (7/11), mengatakan, operasi katarak murah digelar dalam rangka Dies Natalis Unej ke-45 dan dilaksanakan pada 3-12 November di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi.
"Unej bekerja sama dengan Medical Ministry International (MMI) dari Amerika Serikat menggelar acara bakti sosial itu," katanya.
Menurut dia, target Unej bersama MMI bisa melakukan operasi katarak sebanyak 300 pasien atau 30 orang sehari di RSGM Fakultas Kedokteran Gigi.
"Unej melibatkan dosen dan mahasiswa di tiga fakultas yakni fakultas kedokteran, fakultas kedokteran gigi, dan program studi keperawatan untuk membantu tim medis MMI dalam melakukan operasi katarak," katanya.
Ia menjelaskan, sebanyak 35 paramedis dan dokter dari MMI siap melakukan operasi katarak bagi warga Jember dan sekitarnya di lokasi yang sudah ditentukan Unej. "Masyarakat harus membawa surat keterangan tidak mampu dari kepala desa/lurah setempat dan membayar biaya sebesar Rp 100.000. Apabila pasien batal melakukan operasi karena suatu hal, maka panitia akan mengembalikan uang sebesar Rp 80.000 kepada warga yang bersangkutan," ujarnya.
Bakti sosial operasi katarak murah tersebut, lanjut dia, memang untuk masyarakat yang kurang mampu di Kabupaten Jember dan sekitarnya. Sementara itu, perwakilan MMI Indonesa, Thomas Edy Lesmana, mengatakan, program operasi katarak murah yang digelar di Unej merupakan kegiatan keempat kalinya di Indonesia.
"Kami ingin membantu warga miskin yang menderita katarak di Jember sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk melakukan operasi katarak," katanya. Informasi yang diterima MMI, lanjut dia, banyak warga Jember yang kurang mampu menderita katarak sehingga mereka tidak sanggup membayar biaya berobat dan operasi katarak di rumah sakit setempat.
"Mudah-mudahan bakti sosial ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang tidak mampu di Jember," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang