Menhan: Masih Banyak Masalah di Perbatasan

Kompas.com - 07/11/2009, 21:05 WIB

ENTIKONG, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengakui masih banyak persoalan di wilayah perbatasan RI dengan negara lain termasuk Malaysia, mulai dari sosial ekonomi hingga infrastruktur yang belum memadai. "Masalah perbatasan tidak hanya masalah pertahanan tetapi juga sosial ekonomi, dan kita akan tampung, pelajari untuk dicarikan solusinya, karena ini menyangkut lintas departemen," katanya, usai melakukan peninjauan ke perbatasan Entikong (Kalimantan Barat) dan Tebedu (Malaysia), Sabtu (7/11).

Terkait pertahanan negara, Purnomo mengatakan, dari panjang wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat yang mencapai 1.000 kilometer ada 200 kilometer yang belum dijaga. "Dari panjang wilayah perbatasan sekitar 1.000 kilometer, baru 800 kilometer yang telah memiliki pos penjagaan yakni sebanyak 31 pos, sedangkan 200 kilometer masih merupakan wilayah terbuka," ujarnya.

Selain itu, kondisi infrastruktur berupa jalan di sepanjang 200 kilometer itu juga belum memadai. "Pemerintah tentu tidak akan tinggal diam, kita akan perhatikan wilayah perbatasan dengan melakukan langkah-langkah khusus seperti meningkatkan jumlah tunjangan khusus bagi prajurit-prajurit di perbatasan, perbaikan struktur gaji prajurit (renumerasi) yang akan segera direalisasikan pada 2010," tutur Purnomo.

Menurut Menhan, terkait tunjangan khusus bagi prajurit di perbatasan dan pulau-pulau terluar akan segera diselesaikan dan ditetapkan melalui Peraturan Presiden. Namun, besaran tunjangan khusus itu masih dalam pembahasan.

Wilayah perbatasan Kalimantan Barat memiliki panjang 1.020,8 kilometer, melingkupi lima kabupaten, 15 kecamatan dan 116 desa. Wilayah yang dihuni 165.915 jiwa itu memiliki topografi medan yang sulit, berbukit-bukit dan bergunung-gunung. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian bertani, kebun, buruh dan nelayan. Infrastruktur yang masih kurang memadai mengakibatkan kesenjangan pembangunan yang berujung pada kondisi sosial ekonomi yang kurang memadai pula.

Dalam kunjungan kerja itu Menhan didampingi Kasum TNI Laksda Didik Heru Purnomo, Dirjen Potensi Pertahanan Departemen Pertahanan Budi Susilo Supandji, Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen Supiadin dan Asisten Teritorial Panglima TNI Mayjen Suprapto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau