"Facebookers" Bersatu Melawan Koruptor...

Kompas.com - 08/11/2009, 10:07 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com — Teriknya sinar matahari tak menghalangi ribuan facebookers pendukung KPK berkumpul di Bundaran HI. Minggu (8/11) pagi, mereka menyatakan dukungan langsung kepada dua pimpinan (nonaktif) KPK, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto, yang ditetapkan oleh Polri sebagai tersangka.

Tak tanggung-tanggung, ribuan facebookers tersebut telah menyemut di Bundaran HI hingga menjelang siang ini. Sementara itu, forum facebookers dukung Chandra dan Bibit sudah mencapai lebih dari 1 juta orang.

Ratno (24), salah satu facebookers yang turut serta dalam aksi tersebut, menyatakan kekesalannya terhadap proses hukum yang dilakukan oleh Polri terhadap dua pimpinan KPK tersebut. Menurutnya, Polri tidak pernah tegas dalam melakukan penindakan dan proses hukum terhadap para koruptor. Hal yang ironis justru dilakukan Polri dengan mempersangkakan Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Ratno menilai, polisi tidak lagi independen dan memiliki kepentingan dengan menindak keduanya. "Kenapa justru Pak Bibit dan Pak Chandra yang ditindak. Mereka kan juga penegak hukum. Anggodo itu yang jelas-jelas harus di hukum berat," kata mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jakarta tersebut.

Aksi para facebookers ini juga dilakukan dengan menggelar mimbar bebas dan panggung terbuka. Para musisi papan atas pun turut serta menyatakan dukungannya terhadap pemberantasan korupsi di atas panggung yang diberi nama Indonesia Sehat Melawan Korupsi.

"Mari rakyat Indonesia bersatu melawan korupsi. Jangan ada lagi mafia-mafia hukum di negeri ini. Kita ganyang koruptor," demikian orasi presenter Indra Bekti dari atas panggung. Ajakan ini pun langsung disambut oleh teriakan dan tepuk tangan dari ribuan facebookers.

Nindita (19), seorang pelajar SMU, juga turut bergabung dengan forum tersebut. Sebagai seorang pelajar, Nindita mengatakan, ia bingung dengan kisruh yang terjadi di antara institusi penegak hukum tersebut. "Sebenarnya saya bingung dengan konflik yang terjadi. Harusnya para penegak hukum itu terbuka kepada publik. Koruptor harus dibasmi semua," ungkapnya.

Aksi ini pun masih terus berlangsung. Semakin siang para facebookers pun semakin banyak dan memadati areal Bundaran HI tersebut. Demi menentang tindakan kriminalisasi terhadap KPK, mereka tampaknya terus melakukan aksi tersebut dengan penuh semangat. "Hidup KPK, ganyang koruptor," kata artis Happy Salma.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau