Menjelajah Bali dengan i20 Diesel (Terakhir)

Kompas.com - 10/11/2009, 08:16 WIB

KOMPAS.com-Setelah menempuh ratusan kilometer menuju kawasan paling timur di Pulau Jawa, Ketapang dan menyeberang ke Pulau Dewata, rombongan tiba di kota Denpasar menjelang petang. Setelah menginap semalam, pada hari ketiga, tak ada lagi iring-iringan mobil dengan kawalan Patwal.

Para peserta dibebaskan menjelajah Bali sepuasnya dengan waktu yang ditentukan. KOMPAS.com yang sebelum menggunakan i20 bensin, minta mencoba i20 diesel yang dikemudikan rekan media lain.

Sensasi Diesel
Karena waktu yang diberikan antara 13.00 - 17.00 WITA, KOMPAS.com dengan rekan dari Media Indonesia dan AscoMagz , sepakat bertolak ke Garuda Whisnu Kencana (GKW) di Uluwatu. Kami berangkat dari dealer Hyundai di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Berdasarkan data pada GPS, jarak dari tempat berangkat ke tujuan, sekitar 12 km.

kembali ke saat peluncuran i20 di akhir Juli 2009 lalu, PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) sengaja memposisikan hatchback diesel sbagai senjata khusus untuk bersaing dengan kompetitor yang berjubel di segmennya.

Meski jarak yang dituju relatif tidak terlalu jauh, namun dengan kondisi lalu-lintas Denpasar yang padat, dimanfaatkan untuk menguji karakteristik city car ini.

Ternyata, mesin diesel 1.400 cc, plus turbocharger, common rail, 4 silinder, 16 katup menghasilkan akselerasi yang mantap dan responsif. Sangat meyakinkan untuk menyusul kendaraan di depannya. Apalagi dengan "tubuh" yang relatif kecil, aksi manuver apat dilakukan di tengah kemacetan.

Konsumsi BBM
Mesin diesel yang digunakan mobil ini - Hyundai menyebutnya CRDi – torsinya diperoleh pada putaran relatif rendah dan flat. KOMPAS.com mencoba mengoperasikan mobil pada gigi 5 dengan putaran mesin rendah.

Ternyata, pada 40 km/jam dan putaran mesin 1.500 rpm, mesin tetap bekerja dengan mulus tanpa menimbulkan gejala ngelitik. Diperhitungkan, mesin sangat efisien dan irit konsumsi bahan bakarnya. Juga sangat pas untuk lalu lintas macet.

Pada hari pertama, diperoleh informasi, konsumsi bahan bakar i20 bermesin diesel ini, 20km/liter. Di bawah hasil pengujian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), 25 km/liter.

Solar yang digunakan untuk mesin ini sama dengan yang dikonsumsi untuk umum, yaitu produk Pertamina biasa (bukan Pertamina Dex). Dijelaskan pula, mesin ini emisinya sudah mencapai standar Euro3.

Berkenaan dengan solar yang digunakan, Jongkie D. Sugiarto, Presdir HMI mengingatkan. “Kuncinya satu, harus bisa merawat dengan baik. Pergantian filter solar harus lebih cepat, dari 30.000km menjadi 15.000km. Rata-rata jarak tempuh mobil di Indonesia tidak sampai 15.000 per tahun. Ini yang perlu dijaga. Dengan demikian tak ada masalah dengan bahan bakar, " tegasnya.

Interior
Interior tak ada perbedaan dibandingkan dengan versi bensin. Hanya, ketika mesin hidup, dirasakan perbedaan. Mesin diesel menimbulkan suara dan getaran lebih keras dari bensin. Kendati demikian, dengan peredaman yang baik, kualitas alunan suara dari CD yang disiapkan panitia, bisa didengar dengan baik selama berada di Bali.

Berbagai fitur i20 cukup memanjakan pengemudi. Antara lain layar LCD mini di konsol utama menginformasikan suhu udara di luar kendaraan mencapai 36 derajat Celcius. Dengan menyetel AC di level 2, suhu udara di dalam kabin terasa nyaman untuk tiga orang.

Sensor di bemper belakang, sangat membantu dan memudahkan pengemudi untuk parkir atau menabrak. Bagasi cukup lega, empat tas berukuran sedang masuk dalam satu tumpukan. Kalau bangku ke dua dilipat, volume bagasi akan bertambah dua kali lipat.

Kalau saja ada i20 diesel bertransmisi otomatis, makin sip lagi! Dengan kehebatannya itu, Hyundai  i20 bermesin diesel ini dibanderol Rp 196 juta (per 1 November) on the road Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau