Tanjungpinang DBR, Atraksi Wisata Menarik di Tanah Melayu

Kompas.com - 12/11/2009, 12:44 WIB

KOMPAS.com- Belasan Ribu wisatawan lokal, nusantara, dan mancanegara, awal pekan ini, tumpah di Tanjungpinang Beach Corner untuk menyaksikan final dan penutupan atraksi wisata yang sudah jadi agenda wisata nasional Tanjungpinang Dragon Boat Race.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengatakan, Tanjungpinang Dragon Boat Race yang rutin digelar tiap tahun sejak 1992, ternyata berdampak positif bagi kemajuan dan peningkatan pariwisata di Kepulauan Riau, khsusnya Kota Tanjungpinang.

"Ke depan agar lebih ramai peserta luar negeri, promosi tak cukup melalui internet saja. Perlu promosi langsung dengan mengunjungi negara yang berpotensi menjadi peserta," katanya, saat menutup Tanjungpinang Dragon Boat Race 2009, Senin kemarin.

Dalam Tanjungpinang Dragon Boat Race, atraksi wisata yang digelar yakni lomba perahu naga, lomba renang lintas pulau penyengat, lomba kano, dan bazar hasil industri kerajinan untuk cendramata pariwisata. Peserta yang ikut 35 tim dari dalam dan luar negeri.

Digelar selama tiga hari, setiap hari ada belasan ribu yang menyaksikan atraksi wisata tersebut. Muhammad Sani berharap tahun depan penyelenggaraan agar makin sukses kuantitas dan kualitas, untuk piala bergilir cukup dua tahun, sehingga kalau menang dua kali berturut-turut langsung bisa mendapatkan piala bergilir Gubernur Kepri sebagai piala tetap. "Dan kalau perlu hadiah ditingkatkan lagi," tandasnya.

Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan mengatakan, soal hadiah sudah ditingkatkan. Tahun ini hadiah total Rp 178 juta. "Jika juara pertama lomba perahu naga tahun 2008 sebesar Rp 15 juta, tahun ini naik menjadi Rp 40 juta. Begitu juga juara kedua, ketiga, dan harapan masing-masing kategori, juga dinaikkan," katanya.

Jika Tanjungpinang Dragon Boat Race 2010 nanti hadiah harus ditingkatkan lagi, maka dari sekarang diharapkan DPRD Kepri dan DPRD Kota Tanjungpinang menaikkan anggaran untuk atraksi wisata yang berkelas internasional ini.

Wali Kota Suryatati mengakui, dengan meriahnya dan citra positif bagi wisatawan hendaknya Tanjungpinang Dragon Boat Race menjadi motivasi untuk berbuat lebih sehingga pencapaian visi Kota Tanjungpinang sebagai pusat budaya Melayu dan pariwisata menjadi kenyataan.

"Dengan sukses Tanjungpinang Dragon Boat Race, mari kita jadikan Tanjungpinang Kota Gurindam Negeri Pantun sebagai daerah tujuan utama wisata yang aman, nyaman, dan mengesankan," ungkap Suryatati.

Untuk semakin suksesnya Tanjungpinang Dragon Boat Race, Pemerintah Kota Tanjungpinang sampai mengirimkan dua perahu naga sebagai hadiah buat Pemerintah Cekoslowakia. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Abdul Kadir selaku Ketua Panitia Penyelenggara mengatakan, Tanjungpinang Dragon Boat Race tak hanya sebatas sarana yang memberi peluang secara langsung bagi peningkatan pendapatan masyarakat yang bergerak di bidang usaha kepariwisataan dan secara tidak langsung menjadi sarana menumbuhkembangkan ekonomi kemasyarakatan.

"Selain itu juga sebagai sarana memperkokoh hubungan antara masyarakat Tanjungpinang khususnya, masyarakat Indonesia umumnya serta masyarakat negara-negara sahabat," tambahnya. Bahkan, juga sebagai sarana pembinaan dan peningkatan prestasi atlet dayung dan renang.

Pulau Penyengat

Usai lomba, para peserta mengikuti lawatan ke sejumlah lokasi wisata, antara lain ke Pulau Penyengat. Pulau ini merupakan pulau museum karena banyak peninggalan sejarah dan budaya melayu, terutama peninggalan kerajaan Riau Lingga, yang suatu masa lalu menjadikan penyengat pusat pemerintahan dan pusat kebudayaan.

Di sana ada kompleks makam Raja Haji Fisabilillah, kompleks Istana Kantor, kompleks makam Raja Abdul Rahman, Perigi Putri, Benteng Pertahanan Bukit Kursi, dan banyak lainnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau