BIYARBAKIR, KOMPAS.com - Delapan pemberontak Kurdi yang bermarkas di Irak telah menyerah. Mereka menjadi kelompok Kurdi Irak kedua yang menyerah sejak pemerintah Juli lalu berjanji untuk meningkatkan hak-hak politik Kurdi guna mengakhiri 25 tahun konflik separatis itu.
Para pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) itu telah diperiksa oleh seorang penuntut di kota Diyarbakir setelah menyerah Rabu di kota Silogi. Kelompok itu telah melarikan diri dari kamp di Irak utara, tempat sebagian besar dari 3.000 pemberontak PKK bermarkas, dan memberitahukan pada pemerintah bahwa sejumlah besar pemberotak yang lain ingin kembali ke Turki.
Ketika delapan anggota PKK kembali ke Turki dengan Izin PKK pada 19 Oktober, puluhan ribu pendukung mereka mengalir ke perbatasan untuk menyambut mereka, melambaikan bendera dan menyayikan slogan-slogan PKK.
Adegan itu telah mendorong Perdana Menteri Tayyip Erdogan untuk menangguhkan kepulangan yang disetujui-PKK.
PKK telah melepaskan tuntutan bersejarahnya akan tanah air merdeka bagi etnik Kurdi di Turki tenggara dan sekarang mengusahakan hak-hak politik yang lebih besar bagi sekitar 12 juta orang Kurdi di Turki, sekitar 15 persen dari penduduknya.