Delapan Pemberontak Kurdi Menyerah

Kompas.com - 13/11/2009, 05:38 WIB

BIYARBAKIR, KOMPAS.com - Delapan pemberontak Kurdi yang bermarkas di Irak telah menyerah. Mereka menjadi kelompok Kurdi Irak kedua yang menyerah sejak pemerintah Juli lalu berjanji untuk meningkatkan hak-hak politik Kurdi guna mengakhiri 25 tahun konflik separatis itu.

Para pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) itu telah diperiksa oleh seorang penuntut di kota Diyarbakir setelah menyerah Rabu di kota Silogi. Kelompok itu telah melarikan diri dari kamp di Irak utara, tempat sebagian besar dari 3.000 pemberontak PKK bermarkas, dan memberitahukan pada pemerintah bahwa sejumlah besar pemberotak yang lain ingin kembali ke Turki.

Ketika delapan anggota PKK kembali ke Turki dengan Izin PKK pada 19 Oktober, puluhan ribu pendukung mereka mengalir ke perbatasan untuk menyambut mereka, melambaikan bendera dan menyayikan slogan-slogan PKK.

Adegan itu telah mendorong Perdana Menteri Tayyip Erdogan untuk menangguhkan kepulangan yang disetujui-PKK.
PKK telah melepaskan tuntutan bersejarahnya akan tanah air merdeka bagi etnik Kurdi di Turki tenggara dan sekarang mengusahakan hak-hak politik yang lebih besar bagi sekitar 12 juta orang Kurdi di Turki, sekitar 15 persen dari penduduknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau