Hanya Taufik Kiemas yang Tak Tanda Tangan Angket Century

Kompas.com - 13/11/2009, 14:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 92 dari 93 orang anggota Fraksi PDI Perjuangan menandatangani usulan penggunaan hak angket untuk mengusut kasus dana talangan Bank Century yang konon mencapai Rp 9 triliun. Siapa satu orang yang tak "kompak"?

Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Gayus Lumbuun, mengungkapkan, satu anggota fraksi yang tak membubuhkan tanda tangan adalah Taufik Kiemas yang saat ini menjabat Ketua MPR.

"Dari 93 anggota, semuanya tanda tangan kecuali Pak Taufik Kiemas," kata Gayus pada diskusi "Sibuk KPK Vs Polri, Jangan Lupa Kasus Century" di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/11).

Pagi tadi, Taufik sempat menyatakan bahwa angket Century bukanlah inisiatif PDI Perjuangan, melainkan dimotori oleh Golkar. "Saya tidak tahu pernyataan Pak Taufik. Namun, Pak Taufik kan Ketua Deperpu. Ketua umumnya kan Ibu Mega, yang dengan tegas mengatakan bahwa PDI Perjuangan harus menjadi tokoh utama dalam kasus Bank Century agar rakyat tidak bertanya-tanya," kata Gayus.

Inisiatif pengguliran hak angket, diakui Gayus, digagas tiga fraksi, yaitu PDI Perjuangan, Golkar, dan PPP. Akan tetapi, Fraksi PPP sendiri akhirnya menarik diri dan akan menentukan sikap setelah hasil audit final BPK.

Pengamat politik Universitas Indonesia, Bonny Hargens, mengatakan, sikap Taufik Kiemas justru akan membawa citra buruk bagi PDI Perjuangan. "Dalam partai, pasti ada orang yang ingin cari selamat. Namun, tindakan Pak Taufik yang tidak tanda tangan akan membuat citra PDI Perjuangan buruk. Ini tindakan pribadi yang mencelakakan partai karena terkesan PDI Perjuangan tidak utuh," ujar Bonny.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau