Dikalahkan Kuwait, Indonesia Terjepit

Kompas.com - 15/11/2009, 00:33 WIB

KUWAIT, KOMPAS.com - Kuwait berhasil menudukkan Indonesia 2-1 di Stadion Kuwait SC dalam lanjutan Piala Asia 2011 Grup B, Sabtu (14/11). Hasil ini membuat Indonesia berat untuk lolos ke putaran final.

Dengan hasil itu, Indonesia masih berada di posisi keempat dengan nilai 2. Jika ingin lolos ke putaran final, Indonesia harus memenangkan sisa pertandingannya.

Pada awal babak pertama, Kuwait langsung tampil menekan Indonesia. Mereka berhasil mengendalikan permainan. Praktis, pasukan besutan Benny Dollo hanya bermain di lini pertahan sendiri. Selain itu, Indonesia diuntungakan karena Kuwait sering melakukan beberapa kesalahan seperti umpan-umpan silang dan tendangan yang lebih sering melebar.

Pada menit ke-22, misalnya, tendangan yang dilepaskan Abdullah masih melebar di sisi kiri tiang Markus Horison.

Terus diserang, Indonesia mendapatkan kesemptan emas dari pergerakkan Ilham di sektor kanan. Namun, tendangannya masih bisa ditepis Nawaf. Alhasil, Indonesia mendapat tendangan sudut yang pertama. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan Indonesia. Pasalnya, Bambang Pamungkas berhasil memaksimalkan tendangan sudut yang dieksekusi Ismed Sofyan pada menit ke-33.

Berhasil unggul, tidak berarti Indonesia lepas dari tekanan. Beberapa kali, Kuwait berusaha menciptkan gol balasan. Namun, sigapnya barisan belakang Indonesia membuat serang yang dibangun Kuwait patah. Hingga turun minum, sejumlah peluang yang diciptakan Kuwait masih gagal berubah menjadi gol.

Pada menit-menit awal babak kedua, Indonesia lebih percaya diri untuk tampil menyerang. Pada menit ke-49, Bambang melakukan tusukan setelah menerima umpan dari Syamsul Chaerudin. Sayangnya, barisan belakang Kuwait mampu mematahkan pergerakkan Bambang.

Namun, Kuwait juga masih melalukan perlawanan sengit untuk menciptakan gol balasan. Beberapa kali aksi Walied yang berposisi di sayap kanan melepaskan umpan silang berbahaya. Namun,. bek Indonesia sigap untuk memutus alur serangan.

Akhirnya usaha Kuwait berbuah manis pada menit ke-59. Wasit menghadiahkan penalti kepada Kuwait setelah Adel dijatuhkan M Ilham di kotak penalti. Bader yang menjadi eksekutor sukses menaklukkan kiper Markus Harison.

Berhasil menciptakan gol balasan, Kuwait makin ganas menyerang Indonesia. Namun, serangan-serangan tersebut masih berhasil dipatahkan. Pada menit ke-65, pelatih Indonesia, Benny Dollo memasukkan Hariono menggantikan Ponaryo.

Memasuki menit ke-70, Kuwait masih agresif. Serangan cepat dan kolektif diperagakan Bader dkk untuk menghancurkan lini pertahanan Indonesia. Namun, pemain-pemain Indonesia sigap untuk mencuri bola dari kaki para pemain Kuwait. Selain itu, pertahanan Indonesia yang berlapis juga membuat serangan Kuwait mentok.  

Alhasil, Indonesia hanya bisa melakukan serangan balik. Pada menit ke-74, Indonesia nyaris unggul berkat aksi Bambang dengan memanfaatkan umpan Eka Ramdani. Sayangnya, Bambang terlebih dahulu offside.

Sebaliknya, Kuwait berhasil unggul berkat gol yang diciptakan Bader pada menit ke-87. Gol tercipta setelah Bader menerima umpan pendek Walied yang melakukan penetrasi di sektor kiri. Bader dalam posisi tidak terkawal langsung melepaskan tendangan yang menerabas ke pojok kiri gawang Markus.

Pada masa injury time, Indonesia nyaris menyamakan kedudukan lewat aksi Bambang. Peluang terjadi saat kiper Kuwait salah mengantisipasi tendangan bebas Ismed. Bola liar langsung ditendang keras oleh Bambang. Sial, bola tedangannya masih bisa ditanduk Jarah yang kebetulan berada di bawah mistar. Hingga peluit panjang, Indonesia harus menyerah 1-2 atas Kuwait.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau