SINGAPURA, KOMPAS.com - Pada pemimpin lain dibawa berkendara ke gedung kesenian Esplanade dengan rickshaw, sejenis becak tua yang dikayuh manusia dengan caping (tutup kepala) lebar. Banyak tetamu VIP, termasuk Perdana Menteri (PM) Thailand Abhisit Vejjajiva dan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, tersenyum lebar ketika dibawa berkendara pelan-pelan. Presiden Cile Michelle Bachelet tampak berbincang hangat melalui telepon genggam ketika dibawa berkendara dengan rickshaw melalui banyak orang. Seperti juga tradisi di pertemuan puncak tahunan APEC, para pemimpin negara Asia Pasifik ini memang diminta mengenakan pakaian hasil budaya tuan rumah, yang kali ini dirancang perancang Singapura terkemuka, Wykidd Song. Para pemimpin lelaki mengenakan baju linen lengan panjang dengan kerah mandarin, bergaya campuran China, Melayu, dan India—budaya yang memang ada di Singapura. Mengawali kunjungannya ke Asia kali ini, Presiden AS Barack Obama memilih Jepang sebagai tempat pertamanya berpidato. Ada kemungkinan, menurut sejumlah pengamat, Obama akan menjadi sorotan sehubungan dengan kebijakan ekonominya yang cenderung proteksionis. ”Presiden Obama tampaknya akan menghadapi tentangan politis karena melawan (arus) perdagangan bebas,” komentar Presiden Meksiko Felipe Calderon di Singapura. Komentarnya ini diungkapkan berkaitan dengan keraguan pemerintahan Obama untuk secara penuh mengimplementasikan Pakta NFTA bagi Amerika Utara. ”Paradoks yang kejam dalam ekonomi global bahwa apa yang membunuh perusahaan-perusahaan adalah inefisiensi serta kurangnya kompetisi. Maka, proteksionisme itu membunuh perusahaan-perusahaan di Amerika Utara,” ujarnya. Menurut Calderon, tak hanya Pemerintah AS (bersikap cenderung proteksionis). Bahkan, Kongres AS juga cenderung tak sejalan dengan pasar bebas, terutama setelah AS diterpa krisis ekonomi terburuk setelah Perang Dunia II. Sementara itu, para pemimpin dunia—termasuk pula Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, sudah mengingatkan di Singapura bahwa proteksionisme bisa menghambat pemulihan ekonomi dari terpaan krisis. Meski demikian, ada juga sedikit kelegaan ketika di Jepang sehari sebelumnya Obama mengungkapkan bahwa AS akan menjalin kemitraan dengan negara- negara Trans-Pasifik (TPP). Zona perdagangan TPP ini meliputi AS, Brunei, Cile, Selandia Baru, dan Singapura. Australia, Peru, dan Vietnam dikabarkan akan menyusul bergabung.