Perbaikan Gardu Induk Cawang Terhambat Hujan

Kompas.com - 16/11/2009, 15:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Normalnya sistem kelistrikan di Jakarta diperkirakan akan molor dari janji yang diberikan pemerintah pada 19 Desember 2009. Pasalnya, upaya perbaikan Gardu Induk Cawang dan Gardu Induk Kembangan menemui kendala akibat hujan yang terus mengguyur Jakarta.

"Semua proses pekerjaan tergantung dari cuaca saat ini dan humadity (tenaga kerja)," kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (16/11).

Menurutnya, proses perbaikan di Gardu Induk Cawang saat ini sudah mencapai 74 persen. Upaya yang telah dilakukan PLN adalah dengan memindahkan sebagian beban trafo di Cawang yang terganggu ke Trafo Induk Depok, Gandul, Bekasi, dan Cibatu. Di samping itu, PLN juga telah membeli pasokan listrik (excess power) dari tiga perusahaan swasta, yakni Argopantes, Cikarang Listrikindo, dan Bekasi Power, dengan total daya menjadi 189 megawatt. Diharapkan, tambahan pasokan listrik ini akan mulai beroperasi dalam waktu dekat ini.

"Kami juga sudah mengganti trafo Gardu Induk Cawang yang terganggu dengan trafo cadangan (spare) yang ada di Krian, Jawa Timur, dan mengganti peralatan lainnya yang rusak," paparnya.

Dalam jangka waktu 3 bulan ke depan, PLN mengambil langkah rekonfigurasi jaringan dengan menyewa genset dan demand side management melalui imbauan hemat listrik ke masyarakat.

"Kami tetap mengharapkan Gardu Induk Cawang dapat dioperasikan paling lambat pada 19 Desember 2009," tambahnya.

Hal senada disampaikan Direktur Pembangkit PLN Jawa Bali Murtaqqi Syamsudin. Dia mengakui, proses pekerjaan perbaikan Gardu Induk Cawang terhambat oleh hujan. Karena itu, pihaknya telah mengganti jam kerja para pegawai untuk mengantisipasi faktor cuaca.

"Kalau siang kan sudah mulai hujan, jadi PLN mengantisipasinya. Pekerja mulai subuh itu sudah di lokasi. Biasanya pekerja itu kan (mulai bekerja) pukul 07.30, ini dimajukan jadi pukul 05.30," ujar Murtaqqi ketika ditemui di tempat yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau