JAKARTA, KOMPAS.com — Normalnya sistem kelistrikan di Jakarta diperkirakan akan molor dari janji yang diberikan pemerintah pada 19 Desember 2009. Pasalnya, upaya perbaikan Gardu Induk Cawang dan Gardu Induk Kembangan menemui kendala akibat hujan yang terus mengguyur Jakarta.
"Semua proses pekerjaan tergantung dari cuaca saat ini dan humadity (tenaga kerja)," kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (16/11).
Menurutnya, proses perbaikan di Gardu Induk Cawang saat ini sudah mencapai 74 persen. Upaya yang telah dilakukan PLN adalah dengan memindahkan sebagian beban trafo di Cawang yang terganggu ke Trafo Induk Depok, Gandul, Bekasi, dan Cibatu. Di samping itu, PLN juga telah membeli pasokan listrik (excess power) dari tiga perusahaan swasta, yakni Argopantes, Cikarang Listrikindo, dan Bekasi Power, dengan total daya menjadi 189 megawatt. Diharapkan, tambahan pasokan listrik ini akan mulai beroperasi dalam waktu dekat ini.
"Kami juga sudah mengganti trafo Gardu Induk Cawang yang terganggu dengan trafo cadangan (spare) yang ada di Krian, Jawa Timur, dan mengganti peralatan lainnya yang rusak," paparnya.
Dalam jangka waktu 3 bulan ke depan, PLN mengambil langkah rekonfigurasi jaringan dengan menyewa genset dan demand side management melalui imbauan hemat listrik ke masyarakat.
"Kami tetap mengharapkan Gardu Induk Cawang dapat dioperasikan paling lambat pada 19 Desember 2009," tambahnya.
Hal senada disampaikan Direktur Pembangkit PLN Jawa Bali Murtaqqi Syamsudin. Dia mengakui, proses pekerjaan perbaikan Gardu Induk Cawang terhambat oleh hujan. Karena itu, pihaknya telah mengganti jam kerja para pegawai untuk mengantisipasi faktor cuaca.
"Kalau siang kan sudah mulai hujan, jadi PLN mengantisipasinya. Pekerja mulai subuh itu sudah di lokasi. Biasanya pekerja itu kan (mulai bekerja) pukul 07.30, ini dimajukan jadi pukul 05.30," ujar Murtaqqi ketika ditemui di tempat yang sama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang