Persiapan UN Menjadi Lebih Berat

Kompas.com - 16/11/2009, 18:36 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Persiapan siswa hadapi Ujian Nasional tahun depan semakin berat, karena waktu penyelenggaraan ujian dipercepat, dari yang biasanya April menjadi Maret. Perlu strategi khusus mengantisipasinya.

Gesilva Putri (16), siswa kelas XII IPA 5 SMAN 3 Kota Bandung mengaku cemas. Sempitnya waktu belajar yang tersisa untuk persiapan, menurutnya, bisa mempengaruhi hasil UN nantinya. Untuk itu, mau tidak mau, persiapannya harus lebih keras.

"Dengan materi yang masih banyak tersisa, kami harus belajar secara cepat juga. Dan, memperbanyak latihan," ucap Gesilva, Senin (16/11) di sekolah.

Seperti diketahui, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) memutuskan, mulai 2010 akan ada Ujian Nasional ulang bagi siswa yang tidak lulus di tahun yang sama. Tetapi, konsekuensinya, waktu penyelenggaraan UN harus dimajukan, dari yang biasanya dimulai pada April, menjadi Maret.

Menurut Gesilva, dimajukannya jadwal UN ini sebetulnya tidak mengejutkannya. Sebab, jauh sebelumnya dia telah diingatkan oleh guru-guru di sekolah mengenai kemungkinan dimajukannya jadwal UN tersebut.

"Kami diminta untuk mulai rajin membuat rangkuman materi yang akan dipelajari," ucapnya.

Silvia Metha (16), siswi Kelas XII SMAN 5 Kota Bandung menuturkan, sudah seminggu terakhir ini sekolah memberikan pemantapan materi. Padahal, pemantapan semacam itu pada umumnya baru dilakukan di semester II atau usai Desember mendatang.

"Itu dilakukan setiap Jumat dan Sabtu. Hari Sabtu, yang biasanya digunakan untuk ekskul (ekstra kurikuler) diganti menjadi pemantapan materi sampai jam 12.00," ucapnya, menjelaskan.

Selain pemantapan, lanjut Silvia, persiapan intensif juga dilakukan lewat bimbel.

Sekolah khawatir

Dimajukannya jadwal penyelenggaraan UN itu juga menimbulkan kekhawatiran dari penyelenggara sekolah. Mereka khawatir, target materi standar kompetensi lulusan (SKL) tidak dapat terkejar karena kalender akademik dipangkas sebulan.

"Kebijakan ini kurang dapat menolong. Dengan majunya jadwal UN, waktu belajar semakin pendek. Kalau materi tidak terkejar, kasihan anak yang jadi beban," tutur Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 3 Kota Bandung Firmansyah Noor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau