JAKARTA, KOMPAS.com — Polri bukanlah institusi superbody, melainkan pengayom dan pelindung masyarakat. Polri telah berkomitmen menjadi penegak hukum yang tegas tetapi juga humanis. Hal ini disampaikan Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Kamis (19/11) malam di DPR, menanggapi kritikan anggota Dewan yang menyebut bahwa Polri telah menjadi institusi superbody. "Ikon tegas dan humanis merupakan cita-cita luhur yang ingin kami lakukan. Kami tidak ingin ditakuti," ujarnya.
Bambang menambahkan, reformasi struktural dan kultural pada kepolisian yang digembar-gemborkannya bukanlah sekadar lip service. Sistem rekrutmen, misalnya, telah dilakukan berdasarkan merit system. Selain itu, Polri juga telah serius melaksanakan pembinaan personel dengan didukung pendidikan yang memadai.
Khusus untuk oknum kepolisian yang nakal, pihaknya berjanji akan menindak tegas. Sepanjang tahun ini, ia mengatakan bahwa Polri telah menindak ratusan personel yang tidak disiplin. Pada kesempatan tersebut, Bambang kembali menegaskan bahwa tidak ada tumpang tindih wewenang antara Polri dan KPK terkait penanganan kasus korupsi. Pasalnya, kedua institusi penegak hukum tersebut memiliki obyek yang berbeda.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang