JAKARTA, Kompas.com - Turnamen bulu tangkis China Terbuka Super Series tampaknya tak terlalu bersahabat dengan para pemain Indonesia. Pasalnya, baru sampai babak kedua saja para punggawa Tanah Air sudah berguguran. Hanya tiga wakil yang lolos untuk melangkah ke perempat final, yaitu dua tunggal putra Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro, serta satu ganda campuran, Devin Lahardi Fitriawan/Liliyana Natsir.
Pada pertandingan di Pudong Yuanshen Sport Center, Shanghai, Kamis (19/11), Simon yang menjadi unggulan ketujuh menang rubber set 14-21, 21-12, 21-18 atas pemain Inggris Carl Baxter, sedangkan Sony yang menjadi unggulan kedelapan tak terlalu kesulitan melewati adangan pemain India, Arvind Bhat, yang dikalahkannya dengan 21-15, 21-16. Kemenangan mudah juga diraih pasangan coba-coba Devin/Liliyana, yang menyingkirkan pasangan Korea Selatan dengan straight set 21-11, 21-16.
Namun di babak delapan besar turnamen berhadiah 250.000 dollar AS ini, Jumat (20/11), tiga pemain Indonesia tersebut bertemu lawan-lawan yang sangat berat karena harus melawan para pemain China.
Devin/Liliyana mungkin agak lebih ringan karena bertemu sesama pemain non-unggulan, yaitu Zhang Nan/Zhao Yunlei, yang menang 21-16, 21-15 atas pasangan Malaysia Koo Kien Keat/Wong Pei Tty. Akan tetapi, dua tunggal putra Pelatnas Cipayung tersebut dipastikan harus bekerja ekstra keras, karena menghadapi dua pemain terbaik China. Simon menantang Lin Dan, dan Sony bertemu Chen Jin.
Chen Jin yang merupakan unggulan keempat lolos setelah menang dengan skor mencolok 21-14, 21-5 atas pemain Taiwan Hsieh Yu Hsing, sedangkan Lin Dan yang ditempatkan sebagai unggulan kedua menyingkirkan kompatriotnya, Chen Long, dengan straight set 21-12, 21-15. Duo China ini menjadi unggulan teratas yang masih bertahan, setelah pemain nomor satu dunia asal Malaysia Lee Chong Wei langsung tersingkir di babak pertama, dan Taufik Hidayat yang merupakan unggulan ketiga, mengundurkan diri karena merasa kondisi fisiknya tidak fit.
Nah, melihat calon lawan yang terkenal ulet dan tangguh itu, para pemain Indonesia perlu sebuah keajaiban untuk bisa melewatinya. Di samping itu, kerja keras, determinasi dan persiapan mental harus tetap tinggi sehingga bisa meruntuhkan dominasi China yang memang masih menjadi raja di nomor tunggal putra dan semua sektor putri, baik tunggal maupun ganda.
Tekad ini sudah disampaikan oleh Devin, yang baru "disandingkan" dengan Liliyana. Pemain yang seharusnya berpasangan dengan Lita Nurlita ini mengaku, mereka siap mengeluarkan seluruh kekuatan demi meraih tiket ke semifinal.
"Kami akan main all-out dan siap capek, soalnya koknya berat sehingga tidak gampang mati," ungkapnya setelah mereka mengalahkan ganda campuran Korsel.
Lalu bagaimana dengan Simon dan Sony? Dua tunggal andalan Pelatnas ini akan menjalani misi yang sangat sulit karena harus bisa melewati "celah" peluang yang ada.
Meskipun demikian, bukan berarti Simon dan Sony tak bisa melebarkan "celah" tersebut menjadi "lubang" sehingga bisa lolos dan meraih tiket semifinal. Pasalnya, mereka pernah melakukan hal ini kepada Lee Chong Wei. Artinya, Simon dan Sony tetap punya potensi untuk menyingkirkan Chen Jin dan Lin Dan, walaupun dua pemain tangguh ini pasti mendapat dukungan penuh dari suporternya.
Sanggupkah para punggawa Indonesia merobohkan pilar-pilar tembok China tersebut? Kita tunggu saja hasilnya besok!
- Jadwal perempat final (untuk pemain Indonesia), Jumat (20/11)
Tunggal putra
(4) Chen Jin (China) vs (8) Sony Dwi Kuncoro
(7) Simon Santoso vs (2) Lin Dan (China)
Ganda campuran
Devin Lahardi Fitriawan/Liliyana Natsir vs Zhang Nan/Zhao Yunlei (China)