Ayo Robohkan Tembok China!

Kompas.com - 19/11/2009, 23:25 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Turnamen bulu tangkis China Terbuka Super Series tampaknya tak terlalu bersahabat dengan para pemain Indonesia. Pasalnya, baru sampai babak kedua saja para punggawa Tanah Air sudah berguguran. Hanya tiga wakil yang lolos untuk melangkah ke perempat final, yaitu dua tunggal putra Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro, serta satu ganda campuran, Devin Lahardi Fitriawan/Liliyana Natsir.

Pada pertandingan di Pudong Yuanshen Sport Center, Shanghai, Kamis (19/11), Simon yang menjadi unggulan ketujuh menang rubber set 14-21, 21-12, 21-18 atas pemain Inggris Carl Baxter, sedangkan Sony yang menjadi unggulan kedelapan tak terlalu kesulitan melewati adangan pemain India, Arvind Bhat, yang dikalahkannya dengan 21-15, 21-16. Kemenangan mudah juga diraih pasangan coba-coba Devin/Liliyana, yang menyingkirkan pasangan Korea Selatan dengan straight set 21-11, 21-16.

Namun di babak delapan besar turnamen berhadiah 250.000 dollar AS ini, Jumat (20/11), tiga pemain Indonesia tersebut bertemu lawan-lawan yang sangat berat karena harus melawan para pemain China.

Devin/Liliyana mungkin agak lebih ringan karena bertemu sesama pemain non-unggulan, yaitu Zhang Nan/Zhao Yunlei, yang menang 21-16, 21-15 atas pasangan Malaysia Koo Kien Keat/Wong Pei Tty. Akan tetapi, dua tunggal putra Pelatnas Cipayung tersebut dipastikan harus bekerja ekstra keras, karena menghadapi dua pemain terbaik China. Simon menantang Lin Dan, dan Sony bertemu Chen Jin.

Chen Jin yang merupakan unggulan keempat lolos setelah menang dengan skor mencolok 21-14, 21-5 atas pemain Taiwan Hsieh Yu Hsing, sedangkan Lin Dan yang ditempatkan sebagai unggulan kedua menyingkirkan kompatriotnya, Chen Long, dengan straight set 21-12, 21-15. Duo China ini menjadi unggulan teratas yang masih bertahan, setelah pemain nomor satu dunia asal Malaysia Lee Chong Wei langsung tersingkir di babak pertama, dan Taufik Hidayat yang merupakan unggulan ketiga, mengundurkan diri karena merasa kondisi fisiknya tidak fit.

Nah, melihat calon lawan yang terkenal ulet dan tangguh itu, para pemain Indonesia perlu sebuah keajaiban untuk bisa melewatinya. Di samping itu, kerja keras, determinasi dan persiapan mental harus tetap tinggi sehingga bisa meruntuhkan dominasi China yang memang masih menjadi raja di nomor tunggal putra dan semua sektor putri, baik tunggal maupun ganda.

Tekad ini sudah disampaikan oleh Devin, yang baru "disandingkan" dengan Liliyana. Pemain yang seharusnya berpasangan dengan Lita Nurlita ini mengaku, mereka siap mengeluarkan seluruh kekuatan demi meraih tiket ke semifinal.

"Kami akan main all-out dan siap capek, soalnya koknya berat sehingga tidak gampang mati," ungkapnya setelah mereka mengalahkan ganda campuran Korsel.

Lalu bagaimana dengan Simon dan Sony? Dua tunggal andalan Pelatnas ini akan menjalani misi yang sangat sulit karena harus bisa melewati "celah" peluang yang ada.

Meskipun demikian, bukan berarti Simon dan Sony tak bisa melebarkan "celah" tersebut menjadi "lubang" sehingga bisa lolos dan meraih tiket semifinal. Pasalnya, mereka pernah melakukan hal ini kepada Lee Chong Wei. Artinya, Simon dan Sony tetap punya potensi untuk menyingkirkan Chen Jin dan Lin Dan, walaupun dua pemain tangguh ini pasti mendapat dukungan penuh dari suporternya.

Sanggupkah para punggawa Indonesia merobohkan pilar-pilar tembok China tersebut? Kita tunggu saja hasilnya besok!

- Jadwal perempat final (untuk pemain Indonesia), Jumat (20/11)

Tunggal putra
(4) Chen Jin (China) vs (8) Sony Dwi Kuncoro
(7) Simon Santoso vs (2) Lin Dan (China)

Ganda campuran
Devin Lahardi Fitriawan/Liliyana Natsir vs Zhang Nan/Zhao Yunlei (China)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau