Mercedes Bantah Spekulasi Gaet Schumi

Kompas.com - 21/11/2009, 22:25 WIB

LONDON, Kompas.com - Mercedes menepis spekulasi yang diembuskan media tentang kemungkinan mereka menggaet mantan juara dunia tujuh kali Formula 1 (F1), Michael Schumacher, untuk mengisi posisi Jenson Button. Saat ini Schumi--panggilan Schumacher--masih menjadi bagian dari Ferrari.

"Jelas, pasti spekulasi akan terus muncul selama satu kokpit belum terisi," ungkap jurubicara pabrik mobil asal Jerman ini, yang sudah mengambilalih Brawn GP, Sabtu (21/11). "Dan beberapa spekulasi tidak masalah karena impian itu tidak akan terwujud."

Sementara itu jurubicara Schumi, Sabine Kehm, mengatakan bahwa dia pasti sangat terkejut jika pebalap legendaris tersebut akan kembali duduk di kokpit pada usia 41 tahun. Pasalnya, Schumi sangat menikmati kehidupannya yang sekarang.

"Michael sangat menikmati kehidupannya. Bagi saya, kembali membalap sekarang tampaknya tidak mungkin," ungkap Kehm.

Memang, rumor tersebut muncul setelah Button memilih meninggalkan Brawn GP--sekarang bernama Mercedes GP. Juara dunia 2009 asal Inggris tersebut memutuskan untuk bergabung dengan McLaren, dan akan menjadi tandem kompatriotnya yang merupakan juara dunia 2008, Lewis Hamilton.

Sampai sekarang, Mercedes GP belum mengumumkan line-up skuadnya untuk musim 2010, meskipun pebalap Jerman Nico Rosberg, diperkirakan akan menjadi bagian dari tim ini. Dan, mantan pemilik tim F1 yang kini "bermain" di sektor televisi, Eddie Jordan, mengembuskan spekulasi ketika di berbicara kepada radio BBC, bahwa Schumi, yang Januari nanti berusia 41 tahun, akan menggantikan posisi Button.

"Kemungkinan itu masih terus dijajaki dan saya yakin, hal tersebut akan terjadi," ungkap pria dari Irlandia itu, yang memberikan kesempatan kepada Schumi melakukan debutnya di F1 pada tahun 1991. "Saya memulainya dengan pertemuan dengan Michael, Ross Brawn dan chief executive Daimler, Dieter Zetsche, saat GP Abu Dhabi," tambahnya.

"Waktu itu, tidak mungkin bagi Michael membalap untuk Mercedes karena dia masih terikat kontrak sebagai konsultan Ferrari. Tetapi saya tahu, dia bakal bertemu presiden Ferrari Luca di Montezemolo untuk mengemukakan pandangannya sehingga dilepas.

"Saya juga yakin, Ross dan Michael telah berbicara baru-baru ini dan Michael senang dengan ide untuk membalap sebuah mobil Mercedes yang dikendalikan Ross."

Memang, Brawn dan Schumi memiliki hubungan yang sangat dekat. Pasalnya, Brawn yang memberikan andil yang sangat besar bagi Schumi untuk meraih tujuh gelar juara dunia F1, ketika dia (Brawn) sebagai direktur tekhni dan master strategi di Benetton dan kemudian di Ferrari. Selain itu, Schumi juga membalap untuk tim mobil sport Mercedes, sebelum tampil di F1.

Sebenarnya, Schumi sudah mendapat kesempatan untuk tampil lagi di F1 menjelang akhir musim 2009. Ferrari menunjuknya untuk menggantikan posisi pebalap Brasil, Felipe Massa, yang cedera serius di kepalanya akibat kecelakaan saat kualifikasi GP Hungaria bulan Juli lalu.

Sayang, dalam masa persiapannya, Schumi merasa belum siap karena cedera leher masih mengganggu. Karena itu, pebalap Jerman tersebut memutuskan untuk batal tampil lagi di F1 sejak pensiun tahun 2006.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau