Humas Berperan Pulihkan Situasi Pariwisata Indonesia

Kompas.com - 23/11/2009, 21:54 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com -  Peristiwa bom Bali pertama tahun 2002, yang mengguncang industri pariwisata Indonesia, membutuhkan waktu cukup lama untuk recovery. Ancaman tersebut merupakan satu dari dua faktor yang sangat berhubungan dengan industri perhotelan. Bencana nasional seperti gempa bumi atau banjir, dan pengaruh lingkungan seperti flu babi atau keresahan sosial seperti demo dan perkelahian massal, merupakan faktor yang tak dapat diprediksi. Lalu apa yang harus dilakukan apabila hal-hal di luar kontrol itu terjadi?

Topik tersebut dibahas dari aspek pemerintah dan pengusaha perhotelan dalam seminar bertajuk  “Overcoming the Challenges and the Threads Towards the Hospitality Industry” yang diadakan Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan, Senin (23/11) di kampus UPH Lippo Village.

Secara garis besar, dua macam ancaman tersebut dapat diatasi dengan pencegahan (prevention) dan hubungan masyarakat (public relations) yang baik. “Prevention itu termasuk bangunan yang harus sesuai standar yang berlaku, maintenance secara periodik, karyawan bekerja sesuai standard operating procedures (SOP), dan memastikan bahwa gedung sudah diasuransi,” ungkap Carla Parengkuan, Direktur Eksekutif Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), satu dari dua pembicara seminar.
 
Sementara pembicara lainnya, Noviendi Makalam, Sekretaris Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menyatakan perlunya PR terutama ketika ancaman telah menjadi kenyataan. “PR berfungsi sebagai sumber informasi. Dalam situasi yang tidak kondisional, sebaiknya kita membuka media center, supaya semua informasi masuk ke situ dan yang membutuhkan informasi bisa mendapatkannya di situ juga. Jadi arus informasinya jelas,” kata Novi.

Pemerintah juga harus turut ambil bagian dalam pemulihan citra Indonesia, khususnya pariwisata dan perhotelan. “Bisa dengan mengadakan workshop simulasi, menyiapkan panduan untuk antisipasi dan respon cepat, kemudian panduan itu disosialisasikan, dimonitor dan dievaluasi, serta menyediakan anggaran untuk mendukung aktivitas-aktivitas tersebut,” tambah Novi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau