Jakarta, Kompas -
Wakil Presiden Direktur Jakarta Setiabudi Purwo Hari Prawiro dalam paparan publik, Selasa (24/11) di Jakarta, mengatakan, dua hotel yang akan dijual tersebut adalah Hotel Radin Ancol dan Merkuri Resort Sanur.
Dijelaskan, sebagian dari hasil penjualan hotel itu akan digunakan untuk belanja modal perseroan tahun 2010 yang direncanakan sebesar Rp 125 miliar.
Selain untuk belanja modal, menurut Purwo, pelepasan kedua aset tersebut juga untuk meningkatkan kinerja perseroan pada masa mendatang.
Kedua hotel itu dinilai tidak lagi memberikan pendapatan yang signifikan bagi perseroan meski Purwo mengakui, Hotel Radin Ancol dan Merkuri Resort Sanur sebenarnya masih memberikan pendapatan dan keuntungan bagi perseroan.
Namun, lanjut Purwo, tingkat pendapatan yang diharapkan dari kedua hotel itu tidak lagi signifikan.
”Merkuri Resort sebenarnya memiliki kinerja yang baik, hanya saja kontribusinya kurang signifikan,” kata Purwo.
Terkait dengan belanja modal perseroan sebesar Rp 125 miliar, Purwo menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk membangun Hotel Formula 1 di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta. ”Selain untuk pengembangan Hotel Grand Hyatt, Yogyakarta,” tutur Purwo.
Kedua hotel tersebut, kata Purwo, dibangun dengan konsep hunian.
Menurut Direktur Keuangan Jakarta Setiabudi Merry Liem, pada tahap awal perseroan akan membangun Hotel Hyaat di Yogyakarta dengan anggaran minimal Rp 250 juta per kamar.
Selanjutnya, perseroan akan membangun Hotel Formula 1 pada tahun 2010. Hotel ini berlokasi di Djakarta Theater, Jakarta. Untuk membangun hotel dengan 100 kamar ini perseroan menyediakan dana sekitar Rp 25 miliar.
Selain membangun hotel, PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk juga menjajaki pembangunan superblok.
Superblok ini, menurut Merry Liem, terdiri dari perkantoran, hotel, dan apartemen di kawasan Jakarta Barat. Pembangunan proyek tersebut diharapkan akan berjalan pada 2010.
Hingga triwulan III-2009, perseroan memperoleh laba bersih sebesar Rp 71,4 miliar atau meningkat 98 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2008, yaitu Rp 37 miliar.
PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk didirikan oleh Jan Darmadi tahun 1975. Perusahaan ini berinvestasi di properti dengan mengelola hotel-hotel berbintang, properti komersial seperti gedung perkantoran, apartemen, hunian, di Jakarta, Bali, dan beberapa kota di Indonesia.
Tahun 1998, Jakarta Setiabudi Internasional melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) dan menjadi perusahaan terbuka.
Aset yang dimiliki perseroan saat ini, antara lain, Mercure Convention Centre, Radin Ancol, Hotel Formula 1 Menteng Jakarta, Hotel Formula 1 Cikini Menteng, Plaza Setiabudi Jakarta, Puri Botanical Residence Jakarta, Setiabudi Residence Jakarta, Taman Permata Buana Jakarta, Grand Hyatt Bali, dan Bali Collection. (REI)