SIDOARJO, KOMPAS.com - Laga antara Deltras Sidoarjo dan Pro Duta Sleman dalam Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (26/11) bakal menjadi ajang pembuktian dua tim debutan. Pro Duta merasa di atas angin karena bersatus tim promosi, sedangkan Deltras tengah menjaga harga diri sebagai tim degradasi.
Deltras yang tengah menggemakan tagline Deltras Bangkit memiliki kendala serius di laga perdananya. Jauh-jauh hari, pelatih Nus Yadera sudah mengisyaratkan bahwa empat pemainnya bakal absen. Mimpi buruk itu jadi kenyataan. Hasil uji coba terakhir menjamu tim satu kasta Mojokerto Putra berakhir kekalahan 1-2. Laga keras itu juga membuat M Kusen dan Satyo Husodo cedera.
Alhasil, Kusen, Satyo, Gunawan, dan Dian Fachrudin terpaksa diparkir karena cedera. Sangat disayangkan karena keempatnya pilar penting kami, tapi kami tentu sudah siapkan pelapis, ujar Nus, Rabu (25/11) sore.
Bukan hanya itu, peran dua pemain Liberia, Robert Kwateh dan Adolfo Marshal pun tidak bisa maksimal. Setelah tiba dari Abuja, Nigeria, untuk mengurus administrasi, fisik keduanya sangat payah. Dalam sesi latihan, mereka terlihat kewalahan mengikuti latihan fisik yang sengaja diberikan. Karena itu, Nus tidak merekomendasikan mereka untuk turun 90 menit penuh.
"Fisik mereka belum bagus, saya simpan mereka untuk cadangan saja," tambah Nus.
Tanpa enam punggawa intinya, Nus harus memutar otak untuk menempatkan orang-orang pilihan dalam skema 3-5-2. Posisi Gunawan di bek kiri yang selama ini cukup vital dalam menyuplai umpan-umpan silang diserahkan pada Khoirul Mashuda . Dia juga akan bersama dengan Mujib Ridwan dan Agung Yudha untuk mengawal barisan belakang.
Maju ke depan, Arthur Assa diberi mandat menjadi wing back kiri yang sejajar dengan Irfan selaku wing back kanan. Sementara barisan tengah dikom andoi gelandang lincah Sackie Doe yang berkoordinasi dengan Fery Aman Saragih dan Arif Basuki. Adapun lini depan dipercayakan pada duet Kornelis Kaimu dan Indra Setyawan.
Duet Kaimu-Indra ini terbilang anyar karena selama ini Kaimu ditandem dengan Satyo Husodo ataupun Robert Kwateh. Namun saat ini Nus harus bertaruh untuk menurunkan Indra karena dua penyerang lain tidak fit.
"Karena itu kami punya cadangan, untuk mengganti Indra ketika mulai lemah," ujarnya.
Tidak lebih baik
Kondisi serupa sebetulnya dialami Pro Duta yang juga harus kehilangan dua pemainnya karena cedera dan satu kiper karena sanksi dari PSSI. Namun tim yang tahun lalu masih merumput di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, ini patut dijuluki sebagai kuda hitam setelah diboyong ke Sleman, DI Yogyakarta oleh Sihar Sitorus.
Pelatih Pro Duta asal Bulgaria Kostadin Angelov terang-terangan bicara kalau Deltras pun tidak lebih baik dari timnya.
"Saya sudah sering dengar soal Deltras dan menurut saya, mereka tidak lebih baik dari kami," ujar pelatih yang baru lima bulan bersama Pro Duta ini.
Saat ini Pro Duta diperkuat penyerang berbahaya Emaleu Sergei, mereka juga merekrut pelatih kiper Benny van Breukelen, mantan kiper Niac Mitra, Surabaya.
"Tim ini punya pemain yang bagus, sekarang bagaimana supaya organisasi mereka bagus dan kami bisa menang," ungkap Angelov.
Adapun untuk laga perdana ini, Panpel Deltras hanya mencetak 11.500 tiket. Padahal kapasitas stadion bisa memuat hingga 35.000 penonton.
"Sekarang Deltras degradasi, kami tidak berani cetak begitu banyak," ujar Ketua Panpel Deltras Djoko Tetuko.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang