Remaja Australia Ternyata Lebih Nakal dari AS

Kompas.com - 27/11/2009, 17:09 WIB

CANBERRA, KOMPAS. com - Tingkat kenakalan remaja di Australia ternyata lebih tinggi dibanding remaja di Amerika Serikat. Ini hasil penelitian terbaru yang dilakukan Murdoch Children’s Research Institute di Australia dan Universitas Washington.

Kesimpulan atas fenomena kenakalan remaja di kedua negara tersebut diperoleh dengan mewawancarai 4.000 pelajar berusia antara 12 dan 16 tahun di Victoria, Australia, dan di Washington State, AS.

Para peneliti mewawancarai para remaja tersebut, apakah dalam setahun terakhir mereka pernah menyerang seseorang secara oral yang sangat menyakitkan hati, atau memukul badan seseorang sehingga mengalami luka serius yang memerlukan pengobatan medis.

Dalam penelitian tersebut diketahui, 12,6 persen remaja Victoria memiliki tingkah laku kasar, sedangkan 10 persen remaja Washington berkelakuan sama. Faktor utama timbulnya kelakuan buruk bagi remaja tersebut, antara lain problem di rumah dan juga pengaruh minuman keras dan obat terlarang.
     
Sheryl Hemphill yang mengetuai penelitian itu mengemukakan, angka kekerasan di antara remaja Australia tak bisa diprediksi dan perlu penyelidikan lebih lanjut. "Hal itu membuat kami lebih hati-hati berpikir mengenai bagaimana menangani masalah kelakuan buruk anak didik di sekolah," katanya.

Dari penelitian itu juga diketahui, para pelajar yang diskors dari sekolah atau ditangkap aparat keamanan akibat kelakuan buruk mereka, jumlah pelajar Australia itu lebih dari satu setengah kali lebih tinggi dibanding remaja di AS dalam 12 bulan terakhir.

Sheryl mengimbau sekolah-sekolah agar mencari alternatif untuk menskors atau pekerjaan yang mendukung agar mereka hingga masuk kembali bersekolah."Ini penting bagi sekolah-sekolah untuk mencoba memahami apa di balik kelakuan buruk pelajar itu," katanya.

Ia menambahkan, program anti-kelakuan buruk yang diterapkan di AS saat ini perlu diadaptasi oleh sekolah-sekolah Australia demi mengurangi tingkat kenakalan remaja di negeri Kanguru tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau