Tim Sembilan Undang Kepala PPATK

Kompas.com - 28/11/2009, 15:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perwakilan Tim Sembilan Angket Century, Maruarar Sirait akan mengundang Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Yunus Husein untuk mendengarkan apa yang menjadi kendala Yunus dalam membuka data aliran dana Bank Century.

"Memang keberanian seseorang mencari kebenaran tidak sama. Demi obyektifnya kami akan mengundang dia. Untuk tahu bagaimana kendala dia, mengapa lama sekali membuka aliran dana ini dan apa yang mengancam dia atau yang ada di belakang dia," ujar Maruarar setelah bertemu dengan KH Abdurachman Wahid (Gus Dur) di kantor PBNU Jakarta, Sabtu (28/11).

Maruarar juga mengatakan, pihaknya akan memberi payung hukum kepada Yunus terkait permintaan Yunus agar ada perlindungan sehingga penyerahan data aliran dana Bank Century itu memiliki dasar hukum.

"Justru itu gunanya panitia angket. Ini bagaimana kita dapat forum yang betul-betul legal dan mendapat payung hukum. Siapa yang tidak mau jelas, pura-pura jelas, kita buka. Kami Tim Sembilan, pengusung angket dari awal memberi jaminan bukan hanya kepada dia , tapi kepada siapapun yang ingin membuka kebenaran," ujar Maruarar.

Sebelumnya, Kepala PPATK, Yunus Husein menegaskan siap menyerahkan data aliran dana dari Bank Century ke pihak lain kepada DPR asalkan ada perlindungan dan dasar hukumnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau