Generasi Muda NU Kecam Pelarangan Menara Masjid di Swiss

Kompas.com - 01/12/2009, 15:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) mengecam tindakan pelarangan pembangunan menara masjid di Swiss karena dinilai melanggar hak asasi manusia (HAM) dan kebebasan beragama.

"Tindakan pelarangan itu bertentangan dengan HAM dan menjadi preseden buruk bagi kebebasan beragama. Kami mengecam tindakan diskriminatif seperti ini," kata Sekretaris Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Selasa (1/12).

Niam mengemukakan hal itu menanggapi hasil referendum rakyat Swiss tentang prakarsa pelarangan pembangunan menara masjid yang diajukan oleh komite independen yang mewakili berbagai partai politik sejak 8 Juli 2008.

Dalam referendum yang berlangsung Minggu (29/11), lebih dari 57 persen rakyat Swiss mendukung larangan itu. Usulan larangan itu juga didukung oleh provinsi-provinsi utama, sehingga akan disahkan sebagai Undang-undang.

Niam mengatakan, sikap rasis dan diskriminatif yang ditunjukkan sebagian masyarakat Swiss membuktikan bahwa di negara maju sekalipun masalah diskriminasi dan toleransi masih menjadi barang mahal.

Untuk itu, Niam meminta kepada seluruh elemen masyarakat bersikap peduli dan berjuang agar pelanggaran HAM seperti di Swiss dapat dihentikan. "Tindakan tersebut akan membahayakan prinsip kebebasan beragama yang menjadi inti dari deklarasi universal HAM, karenanya harus dihentikan," katanya.

Sebelumnya, Senin (30/11), Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Hasyim Muzadi menyatakan kecewa dengan hasil referendum di Swiss tersebut.

"Ini patut disesalkan, menunjukkan kurang toleransinya masyarakat Swiss terhadap kebebasan beragama, di saat sikap saling menghormati berbagai agama sedang tumbuh di dunia," kata Hasyim yang juga Presiden Dewan Dunia Agama-agama untuk Perdamaian (World Council on Religions for Peace - WCRP) itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau