Muhammadiyah Beri 'Pil Berani' untuk Tim Sembilan

Kompas.com - 02/12/2009, 00:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin menyatakan, Muhammadiyah memberikan dukungan penuh pengusutan secara tuntas kasus Bank Century melalui hak angket yang akan dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Muhammadiyah sangat mendukung penggunaan hak angket kasus Century tersebut," katanya saat menyambut Tim Sembilan, di gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Selasa.

Dengan dijalankannya angket tersebut, paparnya, sama saja dengan mengukuhkan sikap bangsa yang antikorupsi.
"Hak angket kali ini harus berhasil dan efektif, serta kasus tersebut harus diusut sampai tuntas," tegasnya.

Ia juga mengatakan, dalam acara tersebut Muhammadiyah memberikan 'pil keberanian' moril kepada Tim Sembilan dan berharap ketua panitia angket nantinya agar jangan sekali-kali takut dan bisa ditipu-tipu.

Sedangkan juru bicara Tim Sembilan, Maruarar Sirait mengatakan, pihaknya akan membuktikan kepada masyarakat bahwa hak angket Century akan berguna dengan memberikan transparansi mengenai kasus tersebut hingga akhirnya dapat terungkap.

"Sebelumnya juga kami telah mendatangi beberapa tokoh bangsa untuk meminta dukungan karena kami tidak mau angket ini bernasib sama dengan yang lain," jelasnya.

Menurut Maruarar, melalui angket Century itu Tim Sembilan  dapat melihat kesempatan emas untuk mendapat sedikit kepercayaan rakyat. "Karena saat ini kami berada pada posisi yang sangat tidak dipercayai masyarakat sehingga substansi ini harus dilaksanakan," katanya.
    
Selain itu, ia menambahkan, kriteria yang harus dimiliki panitia angket adalah tidak bisa dibeli oleh siapapun, tidak bisa ditakut-takuti oleh apapun dan siapapun, serta tidak bisa dibodoh-bodohi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau