Piala carling

Chelsea Disingkirkan Blackburn

Kompas.com - 03/12/2009, 05:43 WIB

BLACKBURN, KOMPAS.com — Chelsea kehilangan satu gelar di musim ini. Pada babak perempat final Piala Carling, Rabu atau Kamis (3/12) dini hari, "The Blues" disingkirkan Blackburn Rovers melalui adu penalti, setelah bermain imbang 3-3.

Tampil di kandang sendiri, Blackburn langsung mengambil inisiatif menyerang sejak kick off. Nyaris tak memberikan kesempatan musuh melawan, mereka mampu unggul lebih dulu melalui Nikola Kalinic di menit kesembilan. Memanfaatkan umpan Pascal Chimboda, Kalinic mengirim bola masuk ke tengah gawang "The Blues".

Tertinggal satu gol, Chelsea menggandakan kekuatan serangnya. Mengandalkan kekuatan lini tengah, mereka mampu menghentikan agresivitas Blackburn. Selain itu, memasuki menit ke-20, mereka juga mulai mampu mendesak dan memberi ancaman ke gawang tuan rumah.

Salah satu peluang terbaik Chelsea datang dari Obi Mikel di menit ke-38. Namun, upaya itu masih mampu digagalkan oleh Paul Robinson.

Kegagalan itu membuat Michael Ballack dkk semakin penasaran dan melanjutkan serangan. Sayang, meski mampu menekan, mereka gagal menyamakan kedudukan hingga peluit turun minum berbunyi.

Memasuki babak kedua, Pelatih Carlo Ancelotti memasukkan Didier Drogba dan Gael Kakuta menggantikan Deco dan Joe Cole. Taktik ini membuat serangan Chelsea semakin bertenaga dan tajam. Hal itu dibuktikan dengan terciptanya gol penyama kedudukan dari kaki Drogba di menit ke-48. Memanfaatkan umpan Florent Malouda, Drogba mengirim bola masuk sudut kanan bawah gawang Blackburn.

Empat menit berselang, Chelsea bahkan berbalik unggul 2-1 menyusul gol Salomon Kalou. Memanfaatkan umpan Ballack, Kalou meloloskan bola ke sudut kiri bawah gawang Paul Robinson.

Keadaan tertinggal memaksa Blackburn menggandakan kekuatan serangnya dengan mengaktifkan para bek untuk membantu serangan. Perjudian Blackburn berbuah manis setelah di menit ke-64, Brett Emerton mencetak gol yang membuat kedudukan kembali imbang 2-2. Dari luar kotak penalti, ia melepaskan tembakan yang bersarang di tengah jala Chelsea.

Gol itu memanaskan suasana. Seiring waktu yang semakin tipis, kedua kubu sama-sama ngotot mencari peluang. Namun, skor 2-2 bertahan hingga berakhirnya masa 90 menit babak normal. Kedua kubu pun harus melanjutkan perjuangan mereka di babak perpanjangan waktu.

Tiga menit babak tambahan berjalan, Blackburn mendapat hadiah penalti menyusul pelanggaran Michael Ballack kepada David Hoilett. Benedict McCarthy, yang dipercaya mengeksekusi hadiah, berhasil menunaikan tugas dengan baik dan membawa timnya unggul 3-2.

Gol itu kembali menggairahkan pemain Blackburn yang sebetulnya kelelahan. Dengan tenaga yang tersisa, mereka mencoba mengatasi gempuran Chelsea yang mampu mempertahankan tensi serangannya. Mereka berhasil mempertahankan keunggulan itu hingga akhir babak tambahan pertama.

Di babak tambahan kedua, permainan berjalan semakin lambat. Blackburn yang sudah fokus bertahan sekuat tenaga berusaha mematahkan serangan Chelsea. Namun, di menit ke-120, mereka kecolongan oleh gol Paulo Ferreira yang membuat kedudukan imbang 3-3.

Karena keadaan tak berubah hingga akhir babak tambahan, duel pun akhirnya dilanjutkan dengan adu penalti.

McCarthy  1-0
Ballack 1-0 (membentur tiang)
Emerton 2-0
Drogba 2-1
Grella 3-1
Malouda 3-2
Kalinic 3-2 (tertangkap)
Zhirkov 3-3
Hoilett 4-3
Kakuta 4-3 (tertangkap)

Susunan pemain:
Blackburn:
Robinson; Salgado, Chimbonda, Nelsen, Samba; Pedersen (Grella  62), Emerton, Nzonzi (Van Heerden 91); Roberts (Hoilett 70); McCarthy, Kalinic
Chelsea: Hilario; Belletti (Bruma 46), Ferreira, Ivanovic; Joe Cole (Kakuta 46), Malouda, Ballack, Deco (Drogba 46), Obi Mikel; Kalou

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau