Pengangguran di Kediri 15.000 Orang

Kompas.com - 03/12/2009, 19:16 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Kota Kediri, Jawa Timur, dihantui masalah krusial dibidang sosial dan kemiskinan. Salah satu indikatornya, jumlah pengangguran terbuka yang terus meningkat hingga mencapai 15.000 orang pada tahun 2009.

Tidak hanya itu, jumlah penduduk miskin di Kota Kediri saat ini 11.049 rumah tangga. Sebelumnya, data penerima beras raskin di Kota Kediri hanya 10.375 rumah tangga. "Kediri butuh pemimpin yang kreatif dan berani membuat terobosan agar pembangunan kota berkembang pesat terutama di sektor ekonomi," ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Suko Widodo, Kamis (3/12) di Kediri.

Menurut Suko, Fisip Unair telah melakukan penelitian terhadap masyarakat mengenai tingkat kepuasan layanan publik. Hasilnya, pembangunan ekonomi terutama upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran, tidak memuaskan publik Kediri.

Namun, ia menambah , kondisi seperti ini banyak dialami oleh daerah-daerah lain. Justru ia melihat, Wali Kota Kediri saat ini yakni Samsul Ashar cukup berani mengambil kebijakan untuk mengembangkan perekonomian masyarakatnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau