JAKARTA, Kompas.com - Ketua Subbid Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata menilai, SEA Games 2009 di Laos kali ini lebih berat dibanding dua tahun lalu di Thailand. Pasalnya, kali ini negara-negera kuat menurunkan kekuatan terbaiknya.
Ketika di Thailand, tim bulu tangkis Indonesia memborong tujuh medali emas yang diperebutkan. Waktu itu, hanya Thailand yang diperhitungkan.
"Dulu yang turun dengan kekuatan penuh hanya kita (Indonesia), sehingga yang diwaspadai hanya tuan rumah Thailand," kata Christian saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (3/12).
"Kali ini, putra-putri Thailand sudah mengalami perkembangan bagus
sehingga bisa menjadi saingan kita dalam nomor perorangan," katanya.
Sedangkan untuk nomor beregu, selain Thailand, Indonesia akan menghadapi tantangan berat dari Malaysia yang pada SEA Games Thailand dua tahun lalu menurunkan pemain-pemain muda, tetapi kali ini juga turun dengan kekuatan penuh.
Tampilnya Malaysia dengan kekuatan penuh juga menambah pesaing pada nomor perorangan. "Adanya Lee Chong Wei dan pasangan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong membuat situasinya tidak mudah," tambahnya.
Ia mengaku sulit untuk memprediksi karena kekuatan saat ini merata. "Semua pernah menang tetapi juga pernah kalah," kata Christian seraya mencontohkan pertemuan Sony Dwi Kuncoro dengan Lee Chong Wei yang pernah saling mengalahkan.
Dengan kondisi berimbang seperti itu, katanya, yang menjadi kunci untuk memenangi kompetisi adalah motivasi untuk meraih kemenangan.
"Siapa yang mempunyai keinginan kuat, dia yang akan menang," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang