Keinginan untuk menyelesaikan Putaran Doha pada tahun 2010 cukup kuat dan semakin kental, sebagaimana terlihat dalam Pertemuan Tingkat Menteri WTO Ke-7 di Geneva, Swiss, 30 November hingga 2 Desember. Seruan dan kesiapan tersebut lebih ditonjolkan oleh negara berkembang.
Apakah demikian kenyataannya? Tampaknya Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) masih lebih senang ”bersilat lidah” dan mengutarakan hal-hal indah ketimbang berbuat nyata. Kesepakatan baru itu bertujuan mewujudkan lahirnya rezim baru perdagangan dunia, dengan harapan akses pasar bagi produk negara berkembang relatif lebih tinggi dari sebelumnya, saat memasuki pasar negara maju.
Berikut ini cuplikan wawancara dengan Direktur Jenderal WTO Pascal Lamy di sela-sela persidangan. Nuansa dan nada dari semua jawabannya juga sama, WTO hanya menang dalam semangat tetapi tidak ada kepastian soal terciptanya rezim baru perdagangan dunia.
Tanya:
Jawab: Saya tidak akan pernah menjawab pertanyaan yang dimulai dengan kata ”jika”. Hal yang saya dengar dari semua anggota adalah kesepakatan melakukan rencana A. Itu yang mereka inginkan dan katakan. Saya akan melakukan apa yang mereka inginkan.
Tidak ada satu pun yang saya dengar tidak mendukung rencana A, dan sama sekali tidak ada rencana B. Kami akan fokuskan energi pada rencana A dan berupaya keras mewujudkannya.
Pihak yang paling bersuara mengenai hal ini adalah negara berkembang. Negosiasi saatnya bergerak. Negara berkembang akan mendapat kepastian dan akses pasar serta cara melindungi pasarnya dari banjir impor. Sistem tersebut semakin penting karena akan ada bantuan teknis dan lain-lain bagi negara berkembang untuk meningkatkan kemampuan ekonomi.
T: Apakah AS turut menyuarakan pentingnya pencapaian kesepakatan Putaran Doha?
J: Ya, tentu saja. Mereka mengatakan juga ingin menyelesaikan Putaran Doha. Segalanya sudah berada di atas meja dan mereka tidak mengatakan ingin mengubah apa yang sudah ada. Mereka tahu apa yang harus dilakukan. Diskusi masih terus berlangsung di antara negara-negara besar anggota WTO. Tetapi jelas, tidak ada yang mengatakan mau mengubah hal yang telah dicapai.
T: Pada pidato pembukaan sidang, Anda menyatakan perdagangan internasional harus diikuti dengan kebijakan domestik. Dapatkah dielaborasi lagi?
J: Yang saya maksud adalah ada keuntungan besar dengan perdagangan yang terbuka. Namun, kesuksesan dan manfaat perdagangan internasional hanya dapat dirasakan jika ada dukungan berupa kebijakan domestik yang tepat guna mendukung perdagangan internasional.
Perdagangan internasional bukan merupakan hal yang tiba-tiba ada, tetapi harus diupayakan. Sebuah negara lebih baik membuka pasar. Akan tetapi, hal ini bukanlah sesuatu yang tiba-tiba muncul secara ajaib. Untuk mencapainya diperlukan kemampuan untuk menyesuaikan diri pada persaingan internasional, termasuk pengembangan infrastruktur, transportasi, pelabuhan, pengetahuan, sistem pendidikan dan lainnya.
Poin dari saya adalah perlu ada kombinasi antara kebijakan domestik dan internasional. Ini bukan berarti bahwa kebijakan domestik sebuah negara berada di bawah WTO walaupun anggota harus menghormati aturan WTO, seperti penentuan tarif, pengembangan pelabuhan atau lainnya. Namun, upaya domestik dengan kelancaran perdagangan tidak dapat dipisahkan karena merupakan kesatuan.
Ada godaan untuk melakukan proteksionisme di sana-sini. Ini tidak bagus. Kalau Anda mulai melakukan proteksi, tetangga akan melakukan hal yang sama. Impor tetangga Anda adalah ekspor Anda. Dengan proteksi pada akhirnya setiap negara akan menginjak kaki sendiri.
Oleh sebab itu, dalam disiplin WTO ada instrumen pelacak proteksionisme, yang kadang dapat terlihat dalam manuver tarif, langkah pengamanan dan instrumen lain yang dapat digunakan dalam keadaan darurat. Hal itu dapat digunakan asalkan proporsional sehingga tidak menimbulkan reaksi negatif dari tetangga.
J: GSTP… itu adalah langkah baik dari negara berkembang yang mendukung keterbukaan. Ini posisi yang koheren dengan WTO. Jika mereka melakukan itu di antara mereka sendiri, ini adalah pertanda baik. Mereka ingin memperlihatkan bahwa perdagangan Selatan-Selatan bisa ditingkatkan dan memberi banyak manfaat. Jadi, itu adalah berita yang baik.