LIVERPOOL, KOMPAS.com - Everton bermain imbang 2-2 dengan Tottenham Hotspur dalam duel lanjutan Premier League, di Goodison Park, Minggu (6/12). Hasil ini membuat Tottenham gagal menggusur Arsenal dari posisi ketiga klasemen.
Sebelum pertandingan, Tottenham berada di posisi keempat dengan 26 poin atau kalah dua angka dari Arsenal di tempat ketiga. Kemenangan atas Everton akan membuat mereka menggeser Arsenal, sekaligus semakin mengukuhkan posisi di empat besar.
Namun, karena hanya mengoleksi satu angka, mereka tetap tertahan di posisi keempat dengan 27 poin. Selain gagal mengejar Arsenal, posisi mereka kini terancam oleh Aston Villa yang duduk di posisi kelima dengan 26 poin.
Sejak awal, Tottenham sudah mengerti konsekuensi yang akan mereka tanggung seandainya gagal menang atas Everton. Karenanya, meski bermain sebagai tim tamu, mereka tetap tampil percaya diri dan agresif. Mengandalkan permainan kaki ke kaki yang cepat, mereka beberapa kali melakukan pergerakan berbahaya di lini belakang Everton.
Melihat soliditas permainan Tottenham, Everton mencoba menahan laju musuh dengan penguasaan bola. Meski kemudian mampu lebih banyak memegang bola, tetap saja mereka kesulitan mengalirkan serangan karena musuh begitu agresif ketika tak menguasai bola.
Di tengah kebuntuan itu, Tottenham nyaris berhasil unggul melalui Jermaine Defoe di menit ke-33. Saat itu, Defoe menyambut umpan Corluka di kotak penalti dan melepaskan tembakan ke sudut kanan bawah gawang Everton. Sayang, bola melenceng ke sisi tiang.
Meski tak membuahkan gol, ancaman itu membuat kedua kubu bertarung semakin sengit. Sementara Everton berusaha membenahi pertahanan dan lini tengah, "Spurs" yang penasaran, semakin ngotot menyerang.
Namun, duel buntu tapi seru itu tak membuahkan apa-apa selain sebuah kerusuhan di menit ke-37. Saat itu, Benoit Assou-Ekotto sedang menggiring bola sambil dibayang-bayangi Marouane Fellaini. Ia kemudian berhasil menjatuhkan Fellaini dan terus membawa bola.
Belum lama membawa bola, Assou-Ekotto terjatuh akibat tekel Tim Cahill. Sebelum betul-betul jatuh, kaki Assou-Ekotto ternyata sempat mengenai kepala Cahill. Ketika Cahill dan Fellaini mengajak Assou-Ekotto bicara, Assou-Ekotto malah mendorongkan tangan ke muka Fellaini.
Untung saja, di tengah suasana yang semakin panas, rekan-rekan mereka dan wasit A MArriner datang melerai. Kerusuhan akhirnya diselesaikan dengan keluarnya kartu kuning, untuk Assou-Ekotto dan Fellaini.
Kerusuhan itu memang menaikkan tensi permainan. Namun, skor 0-0 tak berubah hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Tottenham menggebrak dengan permainan capat, yang berujung gol Jermaine Defoe di menit ke-47. Memanfaatkan umpan Aaron Lennon, Defoe mengirim bola ke sudut kiri gawang Everton.
Pertandingan semakin panas setelah itu. Keadaan tertinggal memaksa Everton menggandakan serangan. Namun, Tottenham dengan tenang, terus memainkan permainan bola-bola pendek mereka.
Kerja cerdas Tottenham berhasil membuahkan gol kedua dari kaki Michael Dawson. Dalam kawalan Lucas Neill, Dawson berhasil menanduk sepak pojok Niko Kranjcar, masuk ke sudut kiri gawang Everton.
Tertinggal dua gol, Everton belum mau menyerah. Dalam tempo lebih pelan, mereka berusaha memperbaiki penguasaan bola sambil mencari celah menyelipkan ancaman. Mereka juga berusaha mengoptimalkan serangan dari semua lini.
Memang, Everton masih kesulitan mengatasi gempuran Tottenham. Namun, perlahan mereka bisa mengambil alih permainan, hingga akhirnya Louis Saha berhasil membobol gawang Tottenham di menit ke-77. Memanfaatkan umpan silang Seamus Coleman, Saha mengirim bola masuk ke sudut kiri gawang "Spurs".
Gol itu menggelorakan Goodison Park. Tanpa dikomando, pemain Everton pun mampu memperbaiki kualitas serangan mereka. Di menit ke-83, Everton nyaris menyamakan kedudukan melalui Saha. Memanfaatkan umpan silang Steven Pienaar, Saha melakukan tendangan sepeda. Sayang, sepakannya melenceng ke sisi tiang kiri Tottenham.
Meski gagal, peluang itu memberi angin segar kepada Everton. Mereka pun semakin gencar melancarkan serangan. Akhirnya, di menit ke-86, Cahill berhasil menyamakan kedudukan setelah meneruskan umpan Coleman ke sudut kiri gawang Tottenham.
Di masa injury time, jantung pemain Everton berdebar semakin kencang, menyusul pelanggaran Hibbert kepada Palacios di kotak penalti. Ketakutan Everton menjadi kenyataan ketika wasit menunjuk titik putih. Namun, Keberuntungan tetap berpihak kepada Everton.
Defoe yang dipercaya mengeksekusi penalti gagal menunaikan tugas. Sepakannya ke sudut kanan gawang bisa ditepis Howard. Skor 2-2 bertahan hingga peluit berbunyi panjang.
Bagi Everton, hasil ini membuat mereka menjauh dari degradasi. Koleksi 16 poin menaikkan mereka dari posisi ke-17 ke posisi ke-16.
Susunan pemain:
Everton: Howard; Baines, Yobo (Coleman 15), Hibbert, Neill; Cahill, Bilyaleltdinov, Cahill, Fellaini, Pienaar; Rodwell (Yakubu 63); Jo (Saha 63)
Tottenham: Gomes; Assou-Ekotto (Bale 45), Bassong, Dawson, Corluka; Kranjcar (Jenas 88), Palacios (Hutton 90), Huddlestone, Lennon; Crouch, Defoe