Ribuan Warga Kediri Terima Kompensasi Sampah

Kompas.com - 10/12/2009, 18:52 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Ribuan warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri yang tinggal di lingkungan tempat pembuangan akhir Gunung Klothok dijadwalkan menerima paket sembako dari pemerintah daerah. Paket ini sebagai kompensasi dari pencemaran lingkungan yang dialami warga.

Asisten Wali Kota Bidang Pemerintahan Maki Ali, Kamis (10/12/09) mengatakan pihaknya telah menyiapkan paket berisi sejumlah bahan makanan pokok untuk 2.868 kepala keluarga di Kelurahan Pojok.

"Semua warga akan kita berikan paket sembako. Ini tidak seperti tahun lalu dimana hanya dua yakni lingkungan Jarak dan lingkungan Boro saja yang mendapatkan paket sembako," ujarnya.

Setiap paket yang akan dibagikan berisi beras sebanyak 5 kilogram (kg), gula pasir sebanyak 2 kg, mie instan sebanyak 3 bungkus dan satu bungkus kecap sachet ukuran 60 ml. Semua paket yang akan dibagikan saat ini sudah ada di Kantor kelurahan Pojok, tinggal didistribusikan kepada warga masyarakat.

"Kami masih menunggu hasil verifikasi pendataan jumlah keluarga yang akan menerima paket. Jika sudah final, langsung dibagikan. Khawatirnya ada yang belum terdata sehingga menimbulkan kecemburuan sosial," katanya.

Biaya pengadaan paket sembako mencapai Rp 200 juta. Uang itu diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2009 untuk satuan kerja Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Kota Kediri.

Pemerintah daerah berencana memberikan kompensasi secara rutin setiap tahunnya kepada warga terdampak di sekitar lokasi pembuangan akhir. Selain kompensasi, kesehatan warga juga akan mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Sentot Imam Soeprapto mengatakan secara umum kondisi kesehatan masyarakat di Kelurahan Pojok tidak bermasalah. Mereka hanya mengeluhkan bau yang tidak sedap yang berasal dari TPA (Tempat Pembuangan Akhir), dan itu wajar.

Sementara itu sejumlah warga yang ditemui di rumahnya mengatakan selain menimbulkan bau yang tidak sedap, keberadaan tempat pembuangan akhir di lingkungan dekat mereka tinggal, juga mendatangkan banyak lalat terutama pada saat musim hujan seperti ini.

"Lalat-lalat inilah yang membawa penyakit. Oleh karena itu kami berharap selain diberi sembako, pemerintah juga memberikan pengobatan gratis untuk warga yang sakit," kata Sahuri (34) warga Lingkungan Lebak Tumpang Kelurahan Pojok.

Menurutnya, kompensasi berupa paket sembako yang diberikan pemerintah, nilainya tidak sepadan dengan dampak yang harus ditanggung masyarakat terutama mengenai bau tidak sedap yang mereka hirup setiap hari.

Apalagi jika pemberian kompensasi itu hanya dilakukan setahun sekali. Ia dan masyarakat lainnya berharap, pemerintah memberikan kompensasi dengan nilai yang lebih besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau