Korban Penembakan Ogan Ilir Datangi Komnas HAM

Kompas.com - 10/12/2009, 19:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Korban penembakan Ogan Ilir di lahan sengketa warga Desa Rengas, Ogan Ilir dengan PT Perkebunan Nusantara VII, Kamis (10/12/09), mendatangi kantor Komnas HAM, Jakarta untuk meminta masalah mereka segera dituntaskan. Korban yang datang didampingi oleh LBH Palembang, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), dan Walhi Sumatera Selatan.

Mereka menyampaikan kronologis kejadian yang sebenarnya di depan komisioner Komnas HAM Syafruddin Ngulma. Awalnya kejadian penembakan yang berlangsung setelah menunaikan salat Jumat tersebut terjadi secara tiba-tiba saat warga yang berjumlah ratusan itu hendak mendatangi PT PN VII untuk meminta kejelasan soal pembongkaran pondok mereka.

"Warga mau mengecek atas terbongkarnya pondok itu, tapi belum sampai sudah dihadang dengan tembak-tembakan," kata Gunadi, salah satu korban yang dada kirinya tertembus peluru dalam kasus tersebut.

Warga Ogan Ilir juga menegaskan jumlah korban yang jatuh akibat insiden tersebut. "Setelah salat Jumat terjadi penembakan oleh satgas Brimob, korban ada 12 orang yang dibawa ke rumah sakit karena luka parah, sedangkan 8 orang lainnya tidak mengalami luka parah," ujar perwakilan KPA, DD Shineba ketika menyampaikan keluhan korban, di Kantor Komnas HAM, Jakarta.

Mereka juga menyampaikan ketidakbenaran berita yang beredar selama ini bahwa penembakan kepada mereka itu terjadi setelah warga membakar fasilitas PT PN VII. "Terjadi pembakaran itu ya setelah penembakan itu," ujar Firmanto, korban penyanderaan dan pemukulan oleh Satgas dan Brimob di Ogan Ilir.

Warga sangat menyayangkan tidak adanya nego atau peringatan kepada mereka saat terjadi insiden penembakan tersebut. Bentrok tak terhindarkan tersebut sebenarnya tidak mereka inginkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau