LEBAK, KOMPAS.com — Status Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda diturunkan dari siaga level III menjadi waspada level II sejak beberapa waktu lalu. Namun, aktivitas letusan dan kegempaan vulkaniks masih berlanjut.
"Saat ini kegempaan vulkanis dan letusan Anak Krakatau masih berlanjut," kata Jumono, petugas Pos Pemantauan di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, saat dihubungi di Rangkasbitung, Jumat (11/12/2009).
Meski status Anak Krakatau diturunkan dari siaga level III menjadi waspada level II, pengunjung, nelayan, dan petugas pemantau dilarang mendekati kawasan itu.
Larangan ini diberlakukan karena mereka dikhawatirkan terkena lontaran bebatuan kerikil yang suhunya mencapai 1.000 derajat celsius.
Saat ini, kegempaan vulkanis dan letusan masih berlanjut. Namun, aktivitas menurun dibandingkan status siaga. "Sepanjang hari ini, aktivitas kegempaan dan letusan mencapai 39 kali," katanya.
Dia juga mengatakan, Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Bandung hanya memberikan rekomendasi radius dua kilometer dari titik letusan gunung.
Menurut dia, meski statusnya menurun, Gunung Anak Krakatau masih menyemburkan lava pijar dan gas beracun.
Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa kawasan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda masih tertutup bagi wisatawan.
Pengunjung, nelayan, dan petugas pemantauan tidak diperbolehkan melakukan pendakian ke gunung tersebut.
Pada 2001, seorang warga berkebangsaan Perancis meninggal dunia terkena lontaran bebatuan yang disemburkan gunung tersebut.
Warga Perancis itu melakukan pendakian ke kawasan GAK karena tidak terjadi aktivitas kegempaan dan letusan.
Namun, secara tiba-tiba, aktivitas Anak Krakatau kembali terjadi sehingga orang itu terkena lontaran bebatuan bersuhu tinggi tadi.
"Pengalaman ini jangan sampai terjadi kembali, dan kami melarang pengunjung mendekati gunung itu," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang