Pria Itu Tewas Terkena Batu Panas 1.000 Derajat Celsius

Kompas.com - 11/12/2009, 17:32 WIB

LEBAK, KOMPAS.com — Status Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda diturunkan dari siaga level III menjadi waspada level II sejak beberapa waktu lalu. Namun, aktivitas letusan dan kegempaan vulkaniks masih berlanjut.

"Saat ini kegempaan vulkanis dan letusan Anak Krakatau masih berlanjut," kata Jumono, petugas Pos Pemantauan di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, saat dihubungi di Rangkasbitung, Jumat (11/12/2009).

Meski status Anak Krakatau diturunkan dari siaga level III menjadi waspada level II, pengunjung, nelayan, dan petugas pemantau dilarang mendekati kawasan itu.

Larangan ini diberlakukan karena mereka dikhawatirkan terkena lontaran bebatuan kerikil yang suhunya mencapai 1.000 derajat celsius.

Saat ini, kegempaan vulkanis dan letusan masih berlanjut. Namun, aktivitas menurun dibandingkan status siaga. "Sepanjang hari ini, aktivitas kegempaan dan letusan mencapai 39 kali," katanya.

Dia juga mengatakan, Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Bandung hanya memberikan rekomendasi radius dua kilometer dari titik letusan gunung.

Menurut dia, meski statusnya menurun, Gunung Anak Krakatau masih menyemburkan lava pijar dan gas beracun.

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa kawasan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda masih tertutup bagi wisatawan.

Pengunjung, nelayan, dan petugas pemantauan tidak diperbolehkan melakukan pendakian ke gunung tersebut.

Pada 2001, seorang warga berkebangsaan Perancis meninggal dunia terkena lontaran bebatuan yang disemburkan gunung tersebut.

Warga Perancis itu melakukan pendakian ke kawasan GAK karena tidak terjadi aktivitas kegempaan dan letusan.

Namun, secara tiba-tiba, aktivitas Anak Krakatau kembali terjadi sehingga orang itu terkena lontaran bebatuan bersuhu tinggi tadi.

"Pengalaman ini jangan sampai terjadi kembali, dan kami melarang pengunjung mendekati gunung itu," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau