Presiden SBY Batal Bertemu Tim Sembilan

Kompas.com - 11/12/2009, 18:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membatalkan pertemuan dengan inisiator hak angket Bank Century atau Tim Sembilan yang sedianya diadakan di Wisma Negara, Jumat (11/12/2009) sore.

Menurut Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, di Kantor Kepresidenan, pembatalan itu untuk menghindari salah tafsir atau asumsi yang mungkin berkembang bahwa Presiden Yudhoyono akan melakukan intervensi dalam pelaksanaan hak angket Bank Century.

Julian menuturkan, awalnya Presiden pada Kamis (10/12/2009) dihubungi oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Anas Urbaningrum, untuk menyampaikan keinginan dari Tim Sembilan bertemu dengan Presiden dalam kapasitas sebagai Kepala Negara. "Presiden menyatakan bersedia untuk ditemui," ujarnya.

Namun, hari ini salah satu media cetak nasional memuat berita bahwa Tim Sembilan diundang oleh Presiden untuk bertemu di Istana Negara. "Presiden menyayangkan berita tersebut karena sesungguhnya tidak seperti itu. Oleh karena itu, rencana pertemuan yang sedianya diadakan sore ini dibatalkan, karena berita itu. Jadi untuk menghindari salah tafsir atau nanti ada anggapan, ada asumsi, seolah-olah Presiden melakukan intervensi kepada Tim Sembilan, maka demi kebaikan bersama dibatalkan," jelas Julian.

Julian belum bisa memastikan apakah pertemuan Tim Sembilan dengan Presiden Yudhoyono dapat dijadwalkan kembali. "Belum mendapat arahan," ujarnya.

Sementara itu, salah satu anggota Tim Sembilan, Maruarar Sirait, mengatakan, tertundanya pertemuan Tim Sembilan dengan Presiden Yudhoyono hanya masalah waktu yang belum cocok. "Karena tidak hanya dengan Presiden, kami juga ingin bertemu dengan Ibu Mega, Hasyim Muzadi, dan lain-lain. Kami ingin pertemuan ini sifatnya terbuka," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau