Masih Ada Sampah di Taman Monas

Kompas.com - 13/12/2009, 15:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Geliat akhir pekan di Jakarta ditandai dengan ramainya pusat-pusat hiburan, seperti halnya Monas. Hingga sore ini, Monas masih sangat ramai.

Teriknya matahari rupanya bukan penghalang bagi warga Jakarta untuk berkunjung ke Monas. Sayangnya, peningkatan jumlah pengunjung pada akhir pekan tidak diikuti dengan meningkatnya tingkat kebersihan.

Meski sudah disediakan sejumlah tempat pembuangan sampah, masih ada saja warga yang membuang sampah sembarangan. Hal tersebut terlihat di sisi barat Monas. Beberapa warga yang beristirahat di bawah pohon rimbun seakan tidak peduli dengan hadirnya sampah-sampah makanan dan plastik di sekitar mereka.

Secara umum sampah memang tidak banyak di Monas, kecuali di beberapa sudut yang banyak pedagang asongannya. Salah satu pedagang asongan di Monas, Cholik (52), mengatakan, mudahnya akses masuk ke Monas adalah penyebab banyaknya pedagang asongan yang berjualan.

"Karena mudah masuk sini, kan gratis, enggak bayar," kata dia, Minggu (13/12/2009) di Jakarta.

Selebihnya, dia pun mengakui bahwa pedagang asongan membuat Monas semakin kotor. Untuk mengatasi hal tersebut, petugas Satpol PP kerap menyita dagangan mereka. "Mungkin karena bikin kotor," kata Cholik.

Namun, hal itu tidak membuatnya jera karena berdagang di Monas adalah satu-satunya mata pencahariannya. Tanggung jawab saat ini kembali lagi kepada masyarakat. Banyak tidaknya jumlah pedagang seharusnya bukan alasan mengapa masih ada sampah di Taman Monas. Kalau Jakarta kotor dan banjir, siapa yang rugi?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau