JAKARTA, KOMPAS.com — Geliat akhir pekan di Jakarta ditandai dengan ramainya pusat-pusat hiburan, seperti halnya Monas. Hingga sore ini, Monas masih sangat ramai.
Teriknya matahari rupanya bukan penghalang bagi warga Jakarta untuk berkunjung ke Monas. Sayangnya, peningkatan jumlah pengunjung pada akhir pekan tidak diikuti dengan meningkatnya tingkat kebersihan.
Meski sudah disediakan sejumlah tempat pembuangan sampah, masih ada saja warga yang membuang sampah sembarangan. Hal tersebut terlihat di sisi barat Monas. Beberapa warga yang beristirahat di bawah pohon rimbun seakan tidak peduli dengan hadirnya sampah-sampah makanan dan plastik di sekitar mereka.
Secara umum sampah memang tidak banyak di Monas, kecuali di beberapa sudut yang banyak pedagang asongannya. Salah satu pedagang asongan di Monas, Cholik (52), mengatakan, mudahnya akses masuk ke Monas adalah penyebab banyaknya pedagang asongan yang berjualan.
"Karena mudah masuk sini, kan gratis, enggak bayar," kata dia, Minggu (13/12/2009) di Jakarta.
Selebihnya, dia pun mengakui bahwa pedagang asongan membuat Monas semakin kotor. Untuk mengatasi hal tersebut, petugas Satpol PP kerap menyita dagangan mereka. "Mungkin karena bikin kotor," kata Cholik.
Namun, hal itu tidak membuatnya jera karena berdagang di Monas adalah satu-satunya mata pencahariannya. Tanggung jawab saat ini kembali lagi kepada masyarakat. Banyak tidaknya jumlah pedagang seharusnya bukan alasan mengapa masih ada sampah di Taman Monas. Kalau Jakarta kotor dan banjir, siapa yang rugi?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang