Dua Dokter RS Omni Hanya Ajukan Pencabutan Perdata

Kompas.com - 15/12/2009, 14:45 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Dokter Hengky Gozal dan Grace Hilza Yarlen, dua dokter Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (15/12/2009), menyatakan mencabut gugatan perdata pencemaran nama baik yang dilakukan Prita Mulyasari. Pernyataan pencabutan itu dilakukan kedua dokter tersebut melalui pernyataan tertulis yang disampaikan kepada majelis hakim perkara pidana.

"Kami berharap ini akan menjadi bahan pertimbangan majelis hakim pidana dalam memutuskan perkara, ujar penasihat hukum dua dokter itu, Risma Situmorang, saat menyerahkan surat tersebut ke Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa.

"Kami melakukan ini sebagai kelanjutan dari pendaftaran pengajuan pencabutan perkara perdata Prita Senin kemarin," tutur Risma.

Dalam pernyataan tertulis kedua dokter itu berisikan pernyataan bahwa mereka telah mencabut perkara perdata dan membatalkan eksekusi denda yang dibebankan kepada Prita.

"Kami hanya bisa melakukan ini untuk membantu Prita. Kalau mencabut gugatan pidana Prita tidak mungkin karena kami tidak mau melakukan intervensi atas proses hukum yang sedang berjalan," tutur Risma.

Anggota tim pengacara Prita Mulyasari dari Kantor Pengacara OC Kaligis, Slamet Yuwono, mengatakan, surat tertulis mengenai pencabutan perkara perdata bukan memenuhi salah satu permintaan Prita untuk langkah damai.

"Yang diajukan adalah perkara pidana. Yang diminta Prita adalah kedua dokter tersebut menyatakan kepada majelis hakim bahwa mereka menyatakan juga bukan sebagai korban dalam perkara pidana sehingga Prita bisa bebas murni," kata Slamet.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau